Amran Sulaiman Menghilang dan Menyamar di Pasar Induk

   •    Sabtu, 20 May 2017 12:31 WIB
rehat
Amran Sulaiman Menghilang dan Menyamar di Pasar Induk
Mentan Amran Sulaiman. (FOTO: MTVN/Eko Nordiansyah)

Metrotvnews.com, Surabaya: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, 49, rupanya tidak ingin bekerja hanya dengan menunggu laporan dari anak buah.

Pada suatu ketika, menurut ceritanya, dia sempat menghilang seusai Subuh untuk menuju Pasar Induk Osowilangun, Surabaya, Jawa Timur. Kejadian itu berlangsung kemarin. Amran lebih memilih proaktif mengantisipasi liarnya harga, terutama menjelang Ramadan.

Kronologinya, Amran bertolak dari tempat penginapan dan sengaja mengenakan pakaian sederhana. Aksinya itu tidak diketahui protokoler yang biasa mengawalnya. Setelah lolos dari penginapan, dia menyetop taksi dan langsung menuju pasar induk.

Langkah orang nomor satu di Kementerian Pertanian (Kementan) itu sempat membuat kalang kabut bawahannya yang sebelumnya ikut rombongan. Sempat menjadi perbincangan di antara mereka, ke mana Amran pergi saat itu.

Rupanya Menteri Pertanian itu sengaja datang ke pasar untuk mengecek secara langsung harga bawang putih di sana. Tidak ada yang mengenal sosok Amran saat ia berada di tengah kerumunan pedagang buah dan sayuran. Untuk mengetahui perkembangan harga secara langsung, ia menyamar sebagai calon pembeli.

"Harga bawang di sini masih bagus. Kita datang ke sini, ternyata masih banyak saudara kita, importir, atau pengusaha bawang dari dalam dan luar negeri yang baik," bebernya di Pasar Induk Osowilangun, Jumat 19 Mei.

Dia mencontohkan, kemarin tiba-tiba ada pesan masuk ke ponselnya dan berbunyi demikian, "Pak Menteri kami siap jual Rp25 ribu. Kami siap jual Rp23 ribu. Hanya berselang waktu selama lima jam penangkapan (gudang penimbun bawang putih), harga langsung turun 44 persen."

Dia secara tegas memang menekankan komoditas bawang putih saat ini harus ada di batas harga termahal, Rp23 ribu/kg, pada tingkat importir. Guna menjaga stabilitas harga, di masa depan pihaknya secara rutin bakal menggelar operasi pasar di berbagai pasar induk di Indonesia.

Bawang Tiongkok dan India

Di hari dan tempat sama, Kementerian Pertanian yang dipimpinnya menggelar operasi bawang putih yang dijual secara murah kepada para pedagang. Sebanyak 100 ton barang tersebut terdiri atas jenis bawang tiongkok dan india.

Harga yang ditawarkan ke pedagang Rp10 ribu/kg untuk bawang india dan Rp23 ribu/kg untuk bawang tiongkok.

"Ini bukan operasi pasar. Ini akan dijual ke pasar-pasar. Kontrol harga juga akan diawasi langsung oleh petugas kepolisian. Kalau masih ada yang jual mahal, kita sama Menteri Perdagangan yang cabut izinnya, polisi tinggal cari masalah laut dibawa ke darat sampai ketemu ujungnya," ancam dia.

Belum lama ini, lanjut Amran, spekulasi harga bawang putih masih banyak dimainkan importir. Mereka masih melepas bawang ke pasar dengan harga di atas batas atas yang ditetapkan pemerintah.

Operasi pasar serupa akan digelar secara menyeluruh. Kementerian Pertanian dalam waktu dekat akan menyiapkan stok bawang putih sebanyak 9.000 ton. Jumlahnya akan terus ditambah hingga stabilitas harga bawang terus terjaga.

"Barangnya (bawang putih) tidak terbatas. Anda mau beli berapa?" tantang Amran. (Media Indonesia)


(AHL)