Kembangkan Bisnis Petani, Menteri Rini Resmikan Mitra BumDes Bersama

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 11 Jan 2018 15:00 WIB
bumn
 Kembangkan Bisnis Petani, Menteri Rini Resmikan Mitra BumDes Bersama
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno meresmikan Mitra Bumdes Bersama (MBB) Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu . Medcom/Annisa.

Indramayu: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno meresmikan Mitra Bumdes Bersama (MBB) Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu sebagai wadah pengembangan bisnis petani.

Rini melihat potensi hasil tani di Indramayu, Sliyeg sangat besar. Terutama pada beras yang dihasilkan para petani. Namun hasilnya tidak seperti yang diharapkan. 

Bupati Sliyeg, Ana Sopanah mengatakan tiap kali paska panen, tak jarang petani dihadapkan oleh harga jual yang sangat rendah. Hal itu membuat para petani merugi.

"Pertama ketika panen harga sangat merugikan petani indramayu. Kami harap masalah dapat diatasi," ungkap Ana di Kabupaten Indramayu, Kecamatan Sliyeg, Jawa Barat, Kamis, 11 Januari 2018.

Oleh karena itu, Rini melanjutkan, perusahaan BUMN bersinergi untuk menggali mengubah kesejahteraan petani tersebut melalui pembentukan sebuah korporasi MBB.

"Kami bertanggung jawab bagaimana supaya kita bisa melalui sinergi BUMN membuat satu sistem yang bisa memperbaiki pendapatan petani sehingga kesejahteraan petani meningkat," jelas Rini.

Rini berkeinginan MBB ini menjadi mitra terdekat yang dapat membantu kegiatan petani. Mulai dari penyewaan peralatan bertani sampai membeli setiap produk yang dihasilkan petani. 

Rini pun meyakinkan para petani melalui bermitra dengan MBB, petani akan menghasilkan pendapatan lebih baik dari hasil tani saat ini. Petani dapat langsung menjual gabah kering, gabah basah atau beras dengan harga terbaik.

"Jadi dengan harapan kalau bapak-ibu panen Mitra Bumdes Bersama bisa menggiling sehingga bisa jadi beras. Ini lah kalau petani itu jualnya saat menjadi beras saya yakin harganya lebih baik," ungkap Rini.

Seperti diketahui MBB Sliyeg bekerja sama dengan 14 desa yang memiliki luas lahan persawahan sebesar 4 ribu hektar (ha) dan menghasilkan produksi padi sebanyak 45 ribu per tahun.

Selain layanan yang mendukung kemajuan dan kemakmuran petani, MBB juga memberikan layanan pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan non-KUR, penyaluran pupuk, serta marketplace holtikultura dengan pelanggan utama petani dan BUMDes. Setelah di Indramayu, Sliyeg, Kementerian BUMN akan meresmikan 10 MBB di 10 kecamatan di Jawa Barat lain. 


(SAW)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

1 day Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA