2017, Angkutan Barang dengan KA Naik 13%

Eko Nordiansyah    •    Selasa, 09 Jan 2018 13:25 WIB
pt kai
2017, Angkutan Barang dengan KA Naik 13%
Sejumlah pekerja melakukan aktivitas bongkar muat barang di Stasiun kereta barang Jakarta Gudang, Kp Bandan, Jakarta Utara. (MI/JHONI HUTAPEA)

Jakarta: PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat angkutan barang menggunakan kereta api mengalami kenaikan 13 persen. Tahun lalu sebanyak 36 juta angkutan barang menggunakan KA atau naik dari tahun sebelumnya yang hanya 32 juta.

Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro mengaku meski mengalami kenaikan namun realisasi target tahun lalu tidak tercapai. KAI menargetkan angkutan barang bisa nebcapai 39,9 juta namun yang terealisasi hanya sekira 91 persen.

"Kami berupaya keras supaya bisa membantu angkutan barang pindah, dari yang biasanya di jalan raya bisa pindah menggunakan kereta api," kata Edi di Jakarta Railway Center (JRC), Juanda, Jakarta Pusat, Selasa, 9 Januari 2018.

Dirinya menambahkan, penggunaan kereta api untuk angkutan barang memiliki nilai positif di antaranya mengurangi beban jalan raya, mengurangi kemacetan, hingga mengurangi potensi jalan rusak. Untuk itu dirinya optimistis ke depannya para pelaku usaha bisa memanfaatkan kereta api.

Selain itu, permintaan angkutan barang dengan kereta juga diprediksi meningkat di sejumlah daerah misalnya, pengangkutan peti kemas di pelabuhan di Pulau Jawa. Ataupun penggunaan kereta untuk mengangkut barang hasil pertambangan di wilayah Sumatera.

"Angkutan barang atau peti kemas dari Tanjung Mas, Semarang sudah aktif. Peningkatan angkutan di Sumatera Utara itu di KEK Sei Mangkei diupayakan. Kemudian dimungkinkan kami melakukan penyambungan KA barang ke pelabuhan dengan rangkaian panjang," jelas dia.

Uji coba penambahan rangkaian kereta untuk barang sudah dilakukan di Sumatera Selatan dengan 64 gerbong dari sebelumnya 60 gerbong. Ke depan KAI berencana menambah train set yang digunakan untuk mengangkut barang mencapai 100 gerbong.

 


(AHL)