Program 1 Juta Rumah Buruh Diharapkan Selesai pada 2019

Tri Kurniawan    •    Rabu, 20 Dec 2017 21:30 WIB
perumahan
Program 1 Juta Rumah Buruh Diharapkan Selesai pada 2019
Illustrasi. ANT/Jusuf.

Jakarta: Pemerintahan Joko Widodo diharapkan bisa memenuhi janji 1 juta rumah buruh pada 2019. Program ini sangat membantu meringankan beban buruh.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengatakan biaya tempat tinggal dan transportasi menguras sekitar 60 persen gaji. Kalau pemerintah bisa menyediakan rumah layak dan transportasi gratis hingga kawasan industri, buruh bisa menabung.

"Sekarang program sejuta rumah sudah terealisasi 700 unit. Kami berharap pemerintah bisa menyelesaikan program ini dalam dua tahun. Saya yakin pada 2019 selesai sejuta rumah," kata Andi Gani di sela Kongres ke-9 KSPSI di Jakarta, Rabu, 20 Desember 2017.

Andi mengatakan, buruh tidak hanya berharap pada kenaikan upah minimum provinsi (UMP). Sebab, percuma saja UMP naik kalau harga kebutuhan pokok juga ikut naik. Karena itu, penyediaan rumah layak dan transportasi gratis menjadi penting.

"Bus gratis dari titik parkir sampai masuk kawasan industri saja sudah menolong buruh. Apalagi kalau perumahan dibangun di dekat pabrik. Seperti di Tiongkok dan dan Korsel, buruh jalan kaki ke pabrik, dan itu sangat menghemat biaya," ujar Andi yang juga Komisaris Utama PT PP (Persero).

Pemerintah membangun rumah vertikal untuk buruh karena keterbatasan lahan. Program ini diharapkan bisa menampung buruh yang belum memiliki rumah. Saat ini, menurut Andi, pemerintah sedang mengerjakan proyek rumah buruh di Serpong dan Batam.

"Rumahnya bukan tipe studio. Ada dua kamar dan ada ruang tamu, itu sudah sangat manusiawi," tutur Andi.



(SAW)