Rumput Laut Topang Kinerja Perikanan

   •    Kamis, 09 Nov 2017 10:13 WIB
rumput laut
Rumput Laut Topang Kinerja Perikanan
Ilustrasi petani rumput laut. (ANTARA FOTO/Ekho Ardiyanto)

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan produk domestik bruto subsektor perikanan pada kuartal ketiga meningkat menjadi 6,75 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yakni 5,6 persen.

BPS menyebutkan raihan itu ditopang membaiknya kinerja di sektor budi daya, terutama rumput laut.

Saat dimintai tanggapannya mengenai hal itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan Effendy Hardijanto mengungkapkan, dalam beberapa bulan terakhir harga komoditas rumput laut memang bergerak naik dua kali lipat dari Rp8.000 per kilogram (kg) menjadi Rp16 ribu per kg.

"Kami memang punya program untuk budidaya rumput laut. Nelayan penangkap benih lobster itu kita beri bantuan untuk bisa menanam rumput laut juga, mulai benih yang disiapkan secara khusus, para-para, hingga alat-alat budi daya lainnya," ujar Rifky kepada Media Indonesia, Rabu 8 November 2017.

Ia mengatakan pihaknya juga telah membangun sentra kelautan dan perikanan terpadu (SKPT) di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, yang ditujukan meningkatkan produksi rumput laut.

"Hal-hal itu yang membuat produk rumput laut kita jadi bagus, kualitasnya oke, harganya naik," tuturnya.

Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan produksi rumput laut hingga akhir tahun akan mencapai 16 juta ton.

Terkait dengan isu adanya kandungan logam berat beracun menyerupai telur pada komoditas ikan sardin di Indonesia seperti yang beredar di media sosial, pihak kementerian menyatakan hal itu tidak benar.

Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan Zulficar Mochtar menegaskan peristiwa itu bukan terjadi di Indonesia. Ikan sardin tersebut diketahui berasal dari kelompok Family clupeidae dan jenis ikan itu tidak dijumpai di Indonesia.

 


(AHL)