Panelis Wawancara LPDP Dilarang Ajukan Pertanyaan SARA

Suci Sedya Utami    •    Rabu, 08 Nov 2017 23:17 WIB
lpdp
Panelis Wawancara LPDP Dilarang Ajukan Pertanyaan SARA
Menkeu Sri Mulyani Indrawati (tengah) didampingi Direktur Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu Marwanto Harjowiryono (kiri) dan Sekjen Kemenkeu Hadiyanto (kanan) /ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Keuangan merespons kritik yang datang terkait pertanyaan-pertanyaan sensitif dalam sesi wawancara program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Hadiyanto mengatakan para panelis (reviewers) memiliki kode etik sebagai acuan dalam memberikan pertanyaan pada calon penerima beasiswa LPDP.

Dirinya pun menjamin bahwa tiga orang panelis merupakan pihak yang independen terdiri dari akademisi di perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, psikolog serta profesional yang ahli dibidangnya.

"Untuk menjamin proses wawancara dilakukan dengan baik, para reviewers (panelis) LPDP memiliki kode etik yang harus ditandatangani dan dijadikan pedoman pelaksanaan wawancara," kata Hadiyanto kepada Metrotvnews.com, Rabu 8 November 2017.

Baca juga: Program LPDP Dikritisi

Hadiyanto mengatakan kode etik tersebut mengatur batasan-batasan proses wawancara sesuai dengan kompetensi, objektivitas, kejuruan, menjunjung tinggi inteligensi dan norma-norma keahlian. Dengan adanya kode etik tersebut, maka tak sembarang pertanyaan yang bisa diajukan panelis pada calon penerima beasiswa LPDP.

"Dalam kode etik tersebut, disebutkan juga bahwa reviewers tidak diperbolehkan mengajukan pertanyaan yang di luar konteks beasiswa LPDP dan pertanyaan yang mengandung unsur SARA," ujar Hadiyanto.

Apabila terdapat indikasi unsur pelanggaran selama proses tahapan beasiswa LPDP, maka segala laporan yang diduga melanggar kode etik akan diinvestigasi.

Oleh karenanya, guna memperbaiki layanan, pihaknya secara rutin melakukan monitoring dan evaluasi atas kualitas proses wawancara. Sehingga nantinya dihasilkan penerima beasiswa yang memiliki intelektualitas, leadership yang kuat, dan dedikasi yang tinggi untuk Indonesia.

Sebelumnya, mengutip dari berbagai media di tanah air, beberapa peserta LPDP yang masuk ke sesi wawancara mengeluhkan sejumlah pertanyaan sensitif yang diajukan panelis.

Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan terkadang berada di luar konteks bidang keilmuan yang menyangkut beasiswa LPDP. Pertanyaan pun bisa menyeret isu agama, suku, gender atau SARA.


(CIT)