Investasi Dana Haji di Arab Saudi Menguntungkan

Dheri Agriesta    •    Rabu, 14 Mar 2018 03:20 WIB
dana haji
Investasi Dana Haji di Arab Saudi Menguntungkan
Ilustrasi -- Foto: MI/ Adam Dwi

Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla menjelaskan alasan terkait rencana pemerintah menginvestasikan dana haji di Arab Saudi. Rencana tersebut dinilai menguntungkan karena tingginya angka calon jemaah haji dan umrah di Indonesia.

"Karena perkembangan haji dan umrah makin tinggi, hampir satu juta setahun. Maka kalau Indonesia dan BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji)," kata Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa 13 Maret 2018.

Kalla menjelaskan, investasi di arab Saudi saat ini jauh berbeda dengan tempo dulu yang hanya mengandalkan musim haji. Kini dana haji bisa ditanamkan untuk pembangunan hotel yang sepanjang tahun ramai digunakan oleh jemaah haji dan umrah. 

"Kalau sekarang umrah sedemikian banyaknya, maka bisa fasilitas itu dipakai selama 1 tahun, jadi menguntungkan," imbuh Kalla.

Baca: Pengelolaan Investasi untuk Dana Haji

Meski begitu, pemerintah belum menentukan sektor mana saja yang tepat untuk menanamkan modal dana haji. "Hotel atau penginapan tergantung letak, itu di Makkah sangat tergantung lokasi, kalau haji bisa jauh-jauh tapi kalau umrah dekat semua," jelas Kalla.

Sebelumnya, Ketua BPKH Anggito Abimayu mengaku mendapatkan arahan dari Wakil Presiden untuk menginvestasikan dana haji di Arab Saudi. Karena, investasi di Arab Saudi dapat mengurangi risiko valas.

"Return-nya juga cukup tinggi," kata Anggito di Istana Wakil Presiden, Jumat, 9 Maret.


Baca juga: Jika Menguntungkan, Menag Restui Investasi Dana Haji di Infrastruktur

 


(Des)