Menko Darmin Kecewa Lambatnya Perkembangan Tiga KEK

Eko Nordiansyah    •    Senin, 12 Feb 2018 15:33 WIB
kekayaan energi
Menko Darmin Kecewa Lambatnya Perkembangan Tiga KEK
Menko Perekonomian Darmin Nasution (Dokumentasi : Setkab).

Jakarta: Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengaku kecewa dengan lambatnya perkembangan tiga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Hingga saat ini pembebasan lahan menjadi hambatan utama bagi ketiga KEK tersebut.

"Ada beberapa KEK tidak bisa terwujud tidak operasional karena lahannya tidak selesai-selesai. Saya agak was-was dengan beberapa KEK, paling tidak ada tiga KEK yang enggak jelas kapan beroperasi," kata dia di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin 12 Februari 2018.

Ketiga KEK yang dimaksud adalah KEK Tanjung Api-Api Sumatera Selatan, KEK Bitung Sulawesi Utara, dan KEK Morotai Maluku Utara. Namun dari kertiganya, KEK Tanjung Api-Api telah menunjukan perkembangan yang cukup baik, bahkan sudah ada beberapa investor yang menyatakan minatnya.

Dirinya menambahkan, ada KEK yang telah disarankan mengubah badan pengelola melalui kerjasama dengan investor. Hal ini sudah berhasil dilakukan, sehingga pemilik dana dan badan pengelola bisa membebaskan lahan, untuk kemudian mengundang investor lainnya.

"Tapi ada saja beberapa KEK yang enggak jadi-jadi. Ingin mengembangkan KEK-nya tapi dananya enggak ada untuk membebaskan lahan. Dan makin lama harga lahan akan makin mahal. Kalau pemiliknya tahu lahannya masuk dalam rencana KEK dia akan melonjak (harganya)," jelas dia.

Darmin menjelaskan, masalah pembebasan lahan menjadi salah satu kendala yang menghalangi perkembangan KEK. Untuk itu, pemerintah akan mengubah aturan pengajuan KEK dengan mensyaratkan pembebasan lahan yang akan digunakan minimal 50 persennya.

"Kalau lahan belum jelas nanti dulu. Urus dulu lahannya, baru nanti kalau jelas, misalnya ada KEK yang mau kembangkan 500 hektare, lahannya sudah selesai lebih dari separuh, baru kita proses. Tapi kalau baru mau akan, nah itu enggak usah," pungkasnya.


(SAW)