BNI Catat Kredit Tumbuh 21,1% di Kuartal III-2016

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 13 Oct 2016 19:29 WIB
bni
BNI Catat Kredit Tumbuh 21,1% di Kuartal III-2016
Suasana saat jajaran direksi BNI memaparkan kinerja keuangan di kuartal III-2016 (Foto: MTVN/Dian Ihsan Siregar)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI mencatat penyaluran kredit sebesar Rp372,02 triliun sSepanjang kuartal III-2016. Angka itu mengalami kenaikan sebanyak 21,1 persen bila dibandingkan dengan perolehan kredit sebesar Rp307,12 triliun di periode yang sama di 2015.

"Terjadi percepatan penyaluran kredit sejak kuartal I-2016 yang disebabkan oleh kebijakan-kebijakan yang ditempuh manajemen. Kredit kuartal III ini juga jauh lebih cepat dibanding pertumbuhan kredit di industri yang mencapai 7,6 persen per Agustus 2016," kata ‎Direktur Utama BNI Achmad Baiquni, di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Kamis (13/10/2016).

Penyaluran kredit BNI ke sektor business banking masih menjadi yang terbesar dengan komposisi 73 persen dari total kredit atau sebesar Rp271,68 triliun. Aliran kredit ke sektor business banking ini tumbuh 23,5 persen dibanding periode yang sama di 2015.

Baca: BNI dan BP Batam Perkuat Layanan Investasi

Sementara itu, untuk sektor business banking ini, kredit BNI disalurkan ke segmen korporasi sebesar 24,3 persen, kredit Badan Usaha Milik Negara (BUMN) 19,1 persen, segmen menengah 16,3 persen, dan segmen kecil 13,3 persen.

Untuk meningkatkan penyaluran kredit ke segmen korporasi, manajemen telah melaksanakan paduan strategi. Pertama, fokus pada pembiayaan proyek infrastruktur dan BUMN. Kedua, fokus pada pembiayaan sektor berisiko rendah seperti konstruksi, pertanian, serta sektor listrik, gas, dan air. Ketiga, tidak melakukan ekspansi ke sektor yang berisiko cukup tinggi, karena faktor eksternal, seperti sektor minyak dan pertambangan.


Suasana saat jajaran direksi BNI memaparkan kinerja keuangan di kuartal III-2016 (Foto: MTVN/Dian Ihsan Siregar)

"Kami juga siapkan strategi untuk mengoptimalkan kredit ke segmen menengah, seperti meningkatkan kualitas monitoring pembiayaan kredit segmen menengah melalui pemberian kewenangan pimpinan wilayah, dan mengoptimalkan debitur-debitur segmen menengah yang merupakan supply chain financing debitur korporasi," jelas Baiquni.

Baca: BNI Cetak Laba Rp7,72 Triliun di Kuartal III-2016

Adapun penguatan kredit pada segmen kecil dilakukan beberapa hal, seperti mengoptimalkan jaringan melalui penetapan outlet sebagai full branch, dan fokus pada pembiayaan produk Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Selain penyaluran kredit ke sektor business banking, lanjut Baiquni, perseroan juga mengucurkan pembiayaan ke sektor consumer banking dengan alokasi 16,9 persen dari total kredit, terutama pada kredit kepemilikan rumah (BNI Griya), kartu kredit, dan fleksi. Kredit ke sektor consumer banking tumbuh 14,4 persen.

"Pertumbuhan ini diraih dengan dua strategi utama, yaitu optimalisasi potensi pembiayaan melalui produk payrol nasabah dari debitur institusi dan melakukan optimalisasi cross sell," tutup Baiquni.


(ABD)