Citi: Peserta Amnesti Pajak Tertarik Deposito Valas

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 30 Nov 2016 18:25 WIB
tax amnesty
Citi: Peserta Amnesti Pajak Tertarik Deposito Valas
Illustrasi Amnesti Pajak. ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf.

Metrotvnews.com, Jakarta: Peserta amnesti pajak (tax amnesty)  banyak yang melirik deposito valuta asing (valas) sebagai instrumen investasi dalam menempatkan dana repatriasi.‎ Namun, instrumen investasi dalam bentuk mata uang asing tersebut masih minim variasinya.

‎"Deposito dalam bentuk valas mendominasi dana repatriasi nasabah pemohon amnesti pajak. Mereka ingin membawa pulang asetnya dari luar negeri," ‎ucap Chief Executive Officer (CEO) Citi Indonesia, Batara Sianturi, ditemui ‎di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, SCBD Sudirman, Jakarta, Rabu (30/11/2016).

‎Alasan banyaknya pemohon amnesti pajak mengarah ke deposito valas, diakaui Batara, karena instrumen tersebut paling sederhana dan mudah, walaupun imbal hasil yang ditawarkan tidak terlalu tinggi. 

"Deposito valas memegang porsi 50 persen dari total deposito yang dimiliki Citibank. Jumlah ini meningkat cukup signifikan dibandingkan dengan kuartal sebelumnya," kata Batara yang juga mengemban jabatan Ketua Umum Perhimpunan Bank Internasional Indonesia (Perbina).

Dari data yang dikeluarkan bank dari negeri Paman Sam, Amerika Serikat (AS) tersebut, bahwa Citibank menawarkan return 0,01 persen untuk deposito valas yang memiliki tenor 1-3 bulan. Sedangkan, imbal hasil deposito valas dengan tenor 6-12 bulan masing-masing memiliki return sebesar 0,14 persen dan 0,32 persen.

"Investor yang masuk itu sekarang kelihatannya dari repatriasi, itu uang masuk dulu kejar tarif amnesti yang rendah. Baru mungkin setelah Maret 2017, mereka bicara keuntungan. Nah dari situ, deposito valas ‎yang dicari," ungkap Batara.

‎Masih banyaknya dana yang ditaruh di perbankan, lanjut Batara, karena wajib pajak (WP) masih mengejar waktu untuk mendapatkan tarif tax amnesty termurah. Alhasil, rasa ingin untuk menaruh dananya di instrumen investasi yang lain belum banyak dipertimbangkan.



(SAW)