Cegah Pembelian Rokok oleh Anak di Bawah Umur, Sampoerna Gandeng Peritel

Husen Miftahudin    •    Rabu, 30 Nov 2016 20:06 WIB
hm sampoerna
Cegah Pembelian Rokok oleh Anak di Bawah Umur, Sampoerna Gandeng Peritel
Rokok. MI/PANCA SYURKANI.

Metrotvnews.com, Jakarta: PT HM Sampoerna Tbk‎ berkomitmen mencegah akses penjualan rokok kepada anak-anak di bawah usia 18 tahun melalui kerja sama dengan mitra dagang untuk menjalankan Program Pencegahan Akses Pembelian Rokok oleh Anak-Anak (PAPRA).

Direktur Penjualan Sampoerna Ivan Cahyadi mengungkapkan, Program PAPRA merupakan dukungan Sampoerna terhadap Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan.

"Pada pasal 29 B, aturan tersebut melarang penjualan rokok kepada anak-anak di bawah usia 18 tahun. Ini sejalan dengan pandangan kami selaku produsen bahwa anak-anak tidak boleh memiliki akses terhadap rokok," ujar Ivan di Soeltan Coffe, Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2016).

Selain melalui Progam PAPRA, Sampoerna mewujudkan komitmen dengan memasarkan dan mempromosikan produk kepada perokok dewasa. Program PAPRA dimulai pada Oktober 2013 melalui penempelan sticker, wobbler, tent card, dan iklan LCD yang memuat pesan larangan penjualan rokok kepada anak-anak.

"Pada awalnya, kerja sama ini dijalankan dengan 4.800 ritel di Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang dan Bekasi," papar dia.

Ivan menilai, pebisnis ritel sangat antusias dan menyambut baik program ini sehingga terus berkembang. Bahkan tahun lalu, ada 30 ribu peritel seluruh Indonesia ikut terlibat Program PAPRA.

"Untuk tahun ini, jangkauan PAPRA diperluas ke tingkat ritel independen atau minimart dengan tambahan 2.300 ritel, sehingga total ritel yang bergabung pada program ini mencapai 32.300 ritel. Kami harap, kesadaran masyarakat mengenai larangan penjualan rokok kepada anak-anak semakin bertambah," tegas Ivan.



(SAW)