Enam Faktor Pendukung Membaiknya Tingkat Ketimpangan

Husen Miftahudin    •    Jumat, 19 Aug 2016 13:31 WIB
sensus
Enam Faktor Pendukung Membaiknya Tingkat Ketimpangan
Kepala BPS Suryamin. (FOTO: MTVN/Husen Miftahudin)

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan tingkat ketimpangan masyarakat Indonesia semakin membaik pada periode Maret 2015 hingga Maret 2016. Hal ini terlihat dari capaian kesenjangan pendapatan atau gini ratio yang pada Maret 2016 sebesar 0,397 atau turun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 0,408.

Kepala BPS Suryamin mengungkapkan, ada enam faktor yang mempengaruhi perbaikan tingkat ketimpangan. Pertama, kata dia, adalah kenaikan upah buruh tani harian yang pada Maret 2015 sebesar Rp46.180 menjadi Rp47.559 atau naik 2,99 persen.

"Kemudian kenaikan upah buruh bangunan harian dari Rp79.657 pada Maret 2015 menjadi Rp81.481 pada Maret 2016 atau naik 2,29 persen pada periode Maret 2015 sampai Maret 2016," ujar Suryamin dalam konferensi pers di kantor BPS, Jalan Dr Sutomo, Jakarta Pusat, Jumat (19/8/2016).

Sementara faktor ketiga adalah peningkatan jumlah pekerja bebas pertanian. Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), jumlah pekerja bebas pertanian naik dari 5,1 juta orang pada Februari 2015 menjadi 5,2 juta orang pada Februari 2016.

"Sejalan dengan itu, terjadi pula peningkatan jumlah pekerja bebas nonpertanian dari 6,8 juta orang pada Februari 2015 menjadi tujuh juta orang pada Februari 2016," tuturnya.

Keempat, kenaikan pengeluaran per kapita per bulan penduduk 40 persen terbawah. Pengeluaran per kapita naik dari Rp371.336 pada Maret 2015 menjadi Rp423.969 pada Maret 2016.

Sementara kelima adalah kenaikan pengeluaran akibat upaya pemerintah menggelontorkan anggaran belanja untuk pembangunan infrastruktur padat karya, bantuan sosial seperti pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan, serta pebaikan pendapatan PNS golongan bawah.

Kenaikan pengeluaran. Kenaiakan pengeluaran merefleksikan peningkatan pendapatan kelompok penduduk bawah tidak lepas dari pembangunan infrastruktur padat karya, bantuan sosial serta perbaikan pendapatana PNS golongan bawah.

"Sementara faktor yang terakhir akibat penguatan ekonomi bagi penduduk kelas menengah bawah. Dampak dari pembangunan infrastruktur, lebih kondusifnya pengembangan usaha industri, perdagangan, dan jasa, serta skema perlindungan sosial dari pemerintah turut mendongkrak peningkatan ekonomi kelas bawah," pungkas Suryamin.


(AHL)