Tax Amnesty Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Anggitondi Martaon    •    Jumat, 20 May 2016 18:13 WIB
dpr ads
<i>Tax Amnesty</i> Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan (Foto:MI/Susanto)

Metrotvnews.com, Jakarta: Perekonomian Indonesia masih lesu. Walau demikian, pemerintah tetap optimistis mampu mencapai target yang telah disepakati dalam APBN 2016.

Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan mengatakan, ada banyak faktor pendukung pemerintah untuk mencapai target APBN 2016. Salah satunya, Tax Amnesty yang RUU-nya sedang dibahas oleh Komisi XI.

‎"Ada beberapa faktor pendukung, misalnya soal Tax Amnesty," kata Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan, ditemui di Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (20/5/2016).

Meski tidak akan memengaruhi pembahasan APBN Perubahan, Politikus PAN itu meyakini Tax Amnesty dapat meningkatkan penerimaan negara. Tax Amnesty dapat dijadikan sebagai salah satu cara untuk membantu meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Kondisi perekonomian global yang belum menunjukkan pertumbuhan signifikan secara tidak langsung memengaruhi Indonesia. Namun, itu tidak akan menghambat pencapaian target yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebesar 5,3 hingga 5,9 persen.

Terlebih, kata Taufik, Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis pertumbuhan ekonomi pada range 4,9 persen diawal 2016, membuat target pertumbuhan ekonomi dalam range 5,3 hingga 5,9 persen bakal terwujud.

‎"Tentunya paling tidak 5,1 persen bisa kita jadikan gambaran menuju ke arah pertumbuhan ekonomi yang lebih baik," ungkap Taufik.

Selain itu, range pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 hingga 5,9 persen yang disampaikan Menteri Keuangan dalam Rapat Paripurna ‎dapat menjadi patokan bagi seluruh pihak terkait pertumbuhan ekonomi tahun 2016. Paling minimal pertumbuhan sebesar 5,1 dapat dicapai oleh pemerintah.

‎"Menurut saya dengan range yang besar itu, paling tidak 5,1 sudah bisa dijadikan patokan," ucap Taufik.


(ROS)