Wujudkan Mobil Indonesia, Hendropriyono Jajaki Produsen Otomotif Dunia

Husen Miftahudin    •    Rabu, 21 Sep 2016 18:00 WIB
mobil nasional
Wujudkan Mobil Indonesia, Hendropriyono Jajaki Produsen Otomotif Dunia
Hendropriyono. (FOTO: MTVN/Husen Miftahudin)

Metrotvnews.com, Jakarta: Langkah mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) yang kini menjadi pebisnis kelas kakap, Abdullah Makhmud Hendropriyono tak pantang arah. Demi mewujudkan mobil buatan dalam negeri, dirinya terus menjajaki kerja sama dengan beberapa produsen otomotif kelas dunia.

Hendro mengaku, nota kesepahaman yang dilakukan dengan perusahaan otomotif asal negeri Jiran, Proton Holdings Berhad (Bhd) untuk menyempurnakan produksi mobil dalam negeri kandas di tengah jalan. Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani Hendro di hadapan Presiden Joko Widodo pada tahun lalu itu terhempas akibat masalah politik yang mendera Malaysia.

Dalam hal ini, Hendro berdiri sebagai pemilik perusahaan otomotif, PT Adiperkasa Citra Lestari. Mobil Esemka yang diproduksi perusahaannya butuh masukan dari produsen otomotif dunia agar mobil buatan dalam negeri tersebut mampu bersaing dengan mobil-mobil lainnya yang telah lebih dulu membabat habis pasar Indonesia.

Hendro mengaku, saat ini pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan produsen otomotif Eropa dan Tiongkok. Dia mengincar kerja sama dalam bidang reasearch and development (RnD) agar produksi mobil Esemka sempurna dan dapat diterima di pasar Indonesia.

"Ada (penjajakan kerja sama) Eropa, Tiongkok juga. Kerja sama juga dengan Malaysia, dengan Proton, tapi terbatas saja. Kami mengambil (kerja sama) riset dan development saja," ujar Hendro, di Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Gedung Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (21/9/2016).

Sayangnya, dia enggan menjelaskan lebih rinci penjajakan kerja sama yang dilakukan perusahaannya dengan produsen otomotif kelas dunia tersebut. Hendro khawatir bila diumbar lebih jauh kepada publik soal kerja sama tersebut, maka cita-citanya untuk memproduksi mobil buatan dalam negeri akan sulit terealisasi.

"Kalau saya ceritakan ini semua, kredit bisa disetop. Karena ini kan pasar begitu jahatnya. Jadi jangan ditanya (lebih jauh soal penjajakan kerja sama), bisa gagal," imbuh dia.

Selain itu, Hendro tak mau menyebut proyek produksi mobil ini sebagai proyek mobil nasional. Sebab, dalam proyek tersebut seluruhnya dibiayai oleh pihak swasta, dan tidak ada campur tangan pemerintah.‎ "Ini bukan mobil nasional, ini mobil buatan Indonesia karena 100 persen buatan swasta, buatan Indonesia," tegas dia.

Niatan Hendro untuk memproduksi mobil dalam negeri karena pasar otomotif di Indonesia saat ini seluruhnya dijejali oleh produsen-produsen dari luar negeri. Dia ingin Indonesia benar-benar merdeka, termasuk menggunakan mobil produksi dalam negeri.

"Dulu kompeni (yang jajah Indonesia), dan sekarang kita sudah merdeka. Lihat sekarang, produk-produk kompeni dijual di Indonesia, berarti kita masih dijajah. Kita harus buat mobil sendiri, meski rada nekat juga," harap Hendro sembari terkekeh.


(AHL)