Produk Mayora Diselipkan dalam Pembelian Sukhoi Su-35

Ilham wibowo    •    Rabu, 06 Feb 2019 19:17 WIB
ekspor-impormayora indah
Produk Mayora Diselipkan dalam Pembelian Sukhoi Su-35
Sukhoi. Dok;AFP.

Jakarta: Kesepakatan pembelian 11 pesawat jet tempur Sukhoi Su-35 dari Rusia oleh pemerintah Indonesia hingga saat ini belum rampung sepenuhnya. Komoditas barang yang menjadi imbal dagang kedua negara dianggap masih perlu dikaji. 

"Masih menunggu perkembangan lebih lanjut untuk countertrade (dengan Rusia)," ujar Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita ditemui saat menghadiri ekspor Produk Mayora di Jakarta, Rabu, 6 Februari 2019. 

Enggar memaparkan realisasi kesepakan pembelian pesawat dengan nilai total USD1,14 miliar atau setara Rp17 triliun itu perlu melibatkan lembaga dan kementerian lain. Namun demikian, pihak Rusia telah menyepakati pembelian komoditas dari Tanah Air sebesar 50 persen dari harga 11 Sukhoi tersebut. 
 
Menurut Enggar, komoditas yang bakal dibarter dengan teknologi Rusia itu perlu juga dilakukan pada turunan memiliki nilai tambah. Pembelian olahan makanan dan minuman produksi Mayora pun rencananya bakal turut disertakan.  

"Kami (Kementerian Perdagangan) dalam posisi menunggu dari kementrian dan lembaga yang lain. Kalau jadi, kami selipkan produk Mayora," ungkapnya. 

Produk Mayora saat ini disebut sangat digemari masyarakat Rusia. Target ekspor diproyeksikan meningkat gada menjadi 2.000 kontainer atau setara USD40 juta pada 2019. 

Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Georgievna Vorobieva menyambut baik rencana pelibatan olahan produk turunan. Ia mengakui pasar produk kudapan Mayora bisa tumbuh pesat lantaran dinikmati kalangan muda hingga dewasa. 
 
"Memang sedang ada pembentukan daftar komoditas yang tertarik kedua belah pihak," ujarnya. 

Selain kopi, Lyudmila menyampaikan negaranya juga masih butuh pasokan minyak kelapa sawit dari Indonesia. Eksportir dari Indonesia pun diberikan keleluasaan untuk memasukan produknya.  

"Mengenai minyak kelapa sawit, kami tidak beri batasan dan halangi minyak kelapa sawit ke Rusia, pembelian setiap tahun bertambah," pungkasnya. 


(SAW)