Menkeu Kembali Resmikan Proyek yang Didanai Sukuk di Maluku

Desi Angriani    •    Jumat, 11 Jan 2019 12:16 WIB
infrastruktursukuk
Menkeu Kembali Resmikan Proyek yang Didanai Sukuk di Maluku
?Menkeu Kembali Resmikan Proyek yang Didanai Sukuk di Maluku. (FOTO: dok Kemenkeu)

Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu)) Sri Mulyani Indrawati kembali meresmikan proyek pembangunan infrastruktur yang dibiayai Surat Berharga Syariah Negara (SBSN/Sukuk). Proyek tersebut adalah Jembatan Leta Ora Ralan di Saumlaki, Maluku Tenggara Barat.

Sri Mulyani mengatakan Jembatan Leta Ora Ralan dibangun dengan skema multiyears contract tahun anggaran 2016-2018 dengan anggaran lebih dari Rp123 miliar.

Jembatan ini merupakan prasarana penghubung antara Pulau Yamdena dan Pulau Larat, yang digunakan oleh masyarakat kedua pulau untuk mendukung aktivitas sehari-hari dan kegiatan perekonomian di wilayah tersebut.

"Infrastruktur ini penting bagi masyarakat agar mereka mampu mendapat akses perekonomian yang lebih baik lagi," ujar Ani sapaannya, sepert dikutip dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 11 Januari 2019.

Menkeu menuturkan salah satu tujuan dibangunnya jembatan sepanjang 323 meter ini untuk mobilisasi barang dan jasa seperti hasil pertanian, peternakan, dan perkebunan dari Pulau Larat ke Yamdena.

Selain itu, jembatan yang terhubung dengan jalan nasional itu akan mempermudah akses untuk menjangkau daerah pariwisata di Pulau Yamdena yakni Saumlaki dan pelabuhan di Pulau Larat.

"Manfaat lainnya, warga tidak perlu lagi menyeberang dengan kapal berbayar sehingga dapat menghemat biaya," imbuh dia.

Ani menambahkan masih banyak desa tertinggal di Kabupaten MTB yang perlu memanfaatkan Dana Desa. Saat ini, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) masih memiliki anggaran sebesar Rp880 miliar untuk keperluan alokasi umum, alokasi khusus, dan Dana Desa.

"Kami berharap, desa tertinggal akan mendapat anggaran lebih banyak dan dukungan dari Bapak Camat dan Bupati dalam memanfaatkan Dana Desa yang telah diberikan oleh Pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat," pungkas dia.

 


(AHL)