Kenapa Tarif Tol Sulit Gratis?

Nia Deviyana    •    Jumat, 22 Feb 2019 12:19 WIB
tarif toljalan tolTol Trans-Jawa
Kenapa Tarif Tol Sulit Gratis?
Mobil melintas di jalan tol Jombang-Mojokerto. Foto: Antara/Syaiful Arif.

Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebut jalan tol belum tentu digratiskan setelah masa konsesi berakhir. Sebab, masih dibutuhkan biaya untuk perawatan jalan di tengah minimnya anggaran.

"Kalau dana pemerintah cukup untuk memenuhi fungsi pemeliharaan, otomatis akan digratiskan," ujar Dirjen Bina Marga Kementrian PUPR Sugiyartanto di kantornya, di Jalan Pattimura, Jakarta Selatan, Kamis, 21 Februari 2019.

Kendati demikian, konsesi yang sudah selesai dan diperpanjang untuk biaya perawatan biasanya diikuti dengan tarif yang lebih murah. Hal ini telah diberlakukan pada ruas tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi) yang konsesinya diberikan pemerintah kepada PT Jasa Marga Tbk.

"Tol Jagorawi itu kan tarifnya murah," ungkap dia.

Pada kesempatan yang sama Sugiyartanto menjelaskan kenapa tol baru tarifnya cenderung lebih mahal. Tak lain berkaitan dengan harga tanah, harga material, dan nilai investasi yang semakin tinggi dengan masa konsesi yang lama.

Selanjutnya, Sugiyartanto menginformasikan ruas tol yang masa konsesinya habis paling cepat adalah tol Cawang-Tanjung Priok-Ancol Timur-Pluit. Tol ini dikelola oleh PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk dengan masa konsesi yang akan habis pada 2025.

Sebagai informasi, pemerintah memiliki target pembangunan jalan tol sepanjang 1.852 kilometer (km) selama periode 2015-2018. Hingga saat ini, pembangunan jalan tol baru terealisasi 782 km.

Selain tol, target pembangunan jalan nasional juga hampir rampung. Sugiyartanto menjabarkan, total pembangunan jalan nasional pada 2015-2018 telah terealisasi sepanjang 3.387 kilometer.

"Itu termasuk di dalamnya jalan perbatasan. Pada 2019 akan dibangun 732 km sehingga totalnya menjadi 4.119 km," kata dia.

Adapun pembangunan jembatan juga menjadi prioritas di mana pada tahun ini ditargetkan pembangunan jembatan sepanjang 10.029 km dapat terealisasi. Dengan demikian, pada 2015-2019 pembangunan jembatan bisa mencapai 51.092 km.

Untuk jembatan gantung, selama periode 2015-2018 telah dibangun sebanyak 164 unit. Pada 2019, pemerintah menargetkan pembangunan 166 unit jembatan gantung sehingga totalnya mencapai 330 unit.  




 


(Des)