Obor Pangan Lestari, Upaya Kementan Bangun Ketahanan Pangan Nasional

M Studio    •    Senin, 17 Dec 2018 16:26 WIB
berita kementan
Obor Pangan Lestari, Upaya Kementan Bangun Ketahanan Pangan Nasional
Mulai 2019, program OPAL akan dilaksanakan secara massal dengan melibatkan masyarakat dalam membentuk Gerakan Masyarakat (Germas) OPAL (Foto:Dok.Kementan)

Jakarta: Untuk membangun ketahanan pangan nasional dimulai dari ketahanan pangan rumah tangga. Oleh  karena itu, sangat penting bagi setiap rumah tangga memiliki kemudahan mengakses pangan.

"Jadikan dan manfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber daya atau aset keluarga untuk memenuhi kebutuhan pangan," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (BKP Kementan) Agung Hendriadi.

Dengan memanfaatkan lahan pekarangan, pangan dapat tersedia setiap saat untuk memenuhi kebutuhan keluarga. "Manfaatkan lahan pekarangan. Jangan sampai kosong, tidak ada tanaman sejengkal pun," kata Agung.

Mulai 2019, Kementan akan melaksanakan program Obor Pangan Lestari (OPAL).  Tujuan jangka pendek pelaksanaan OPAL adalah untuk pemanfaatan lahan perkantoran sebagai penyedia pangan dan sebagai percontohan untuk masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan.

Tujuan jangka panjang untuk meningkatkan penyediaan sumber pangan keluarga yang Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA), meningkatkan kualitas konsumsi masyarakat, meningkatkan pendapatan rumah tangga, meningkatkan akses pangan keluarga, konservasi sumber daya genetik lokal, dan mengurangi jejak karbon serta emisi gas pencemar udara.

"Melalui program OPAL, kami  meminta seluruh kantor lingkup Kementerian Pertanian dan Dinas lingkup pertanian Provinsi/Kab/Kota serta UPT vertikal memanfaatkan area perkantoran dengan menanam berbagai komoditas sumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral," ujar Agung.

Sebagai percontohan awal OPAL, telah dilaksanakan di kantor Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura propinsi Sulawesi Selatan dan Toko Tani Indonesia Centre di Jakarta.

"Program OPAL akan dilaksanakan secara massal dengan melibatkan masyarakat dalam membentuk Gerakan Masyarakat (Germas) OPAL," kata Agung. 


(ROS)