Kilau Emas Antam Meredup ke Rp663 Ribu/Gram

Angga Bratadharma    •    Jumat, 14 Dec 2018 10:03 WIB
harga emasantam
Kilau Emas Antam Meredup ke Rp663 Ribu/Gram
Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)

Jakarta: Harga emas milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan Jumat tercatat melempem sebesar Rp3.000 dibandingkan dengan hari sebelumnya di posisi Rp666 ribu per gram. Hari ini harga emas berada di posisi Rp663 ribu per gram, sedangkan harga emas dunia harus tumbang akibat menguatnya dolar Amerika Serikat (USD).

Mengutip laman Logam Mulia milik Antam, Jumat, 14 Desember 2018, pembelian emas dengan ukuran 10 gram yang dijual di Gedung Antam, harganya yaitu Rp6,18 juta. Untuk pembelian emas dengan ukuran 25 gram, harganya yaitu Rp15,28 juta. Sedangkan pembelian emas dengan ukuran 50 gram, harganya dibanderol Rp30,45 juta.

Untuk pembelian emas dengan ukuran 100 gram, harganya Rp60,79 juta. Pembelian emas dengan ukuran 250 gram harganya sebesar Rp151,5 juta. Untuk pembelian emas dengan ukuran 500 gram, harganya Rp302,87 juta. Sementara itu, pembelian emas dengan ukuran 1.000 gram, harganya Rp605,6 juta.

Adapun sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen (untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non NPWP). Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22.

Setiap produk emas batangan Antam LM telah mendapatkan Sertifkat London Bullion Market Association (LBMA) untuk menjamin kualitas dan kemurnian produk. Dilengkapi dengan teknologi CertiEye untuk meningkatkan keamanan produk dengan sertifikat yang menyatu dengan kemasan (khusus pecahan 0,5 gram sampai dengan pecahan 100 gram).

Di sisi lain, emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange bergerak melemah pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Kondisi itu terjadi karena dolar Amerika Serikat (USD) menguat terhadap euro dan sekeranjang mata uang utama lainnya.

Sedangkan kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari 2019 turun USD2,60 atau 0,21 persen menjadi menetap di USD1.247,40 per ons. Indeks USD, indeks greenback yang mengukur terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik 0,05 persen menjadi 97,04 pada 1823 GMT.


(ABD)