Hingga Penutupan ISEF 2018, Transaksi Bisnis Capai Rp7,01 Triliun

Eko Nordiansyah    •    Minggu, 16 Dec 2018 18:00 WIB
pertumbuhan ekonomibank indonesiaekonomi indonesiaekonomi syariah
Hingga Penutupan ISEF 2018, Transaksi Bisnis Capai Rp7,01 Triliun
Suasana ISEF. Dok: BI.

Surabaya: Bank Indonesia (BI) mencatat kesepakatan bisnis (business matching) selama Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2018 mencapai Rp7,01 triliun. Pertemuan bisnis yang difasilitasi bank sentral ini dalam rangka mempertemukan pelaku UMKM dengan calon investor atau lembaga keuangan syariah yang potensial.

"Komitmen transaksi tersebut terwujud dalam bentuk 51 transaksi yang terdiri dari 11 akad/komitmen pembiayaan antar lembaga keuangan syariah dan 40 kesepakatan/komitmen antara buyer dengan seller," kata Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo, dalam penutupan ISEF 2018 di Surabaya, Sabtu, 15 Desember 2018.

BI terus mendorong penguatan rantai nilai halal nasional untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui pembangunan fondasi ekonomi dan keuangan syariah yang kuat, serta didukung oleh terbentuknya infrastruktur yang memadai. Hal ini sejalan dengan upaya penyempurnaan blueprint pengembangan ekonomi dan keuangan syariah BI.

Dalam ISEF 2018 juga dilakukan Sharia Forum yang menghadirkan tokoh, pakar serta praktisi ekonomi dan keuangan syariah, dan diikuti oleh 8.886 peserta dari dalam dan luar negeri. Beberapa agenda yang dilaksanakan dalam shari’a forum diantaranya High Level Discussion pengembangan ekonomi syariah melalui pesantren, dan launching buku.

Selain itu ada juga Seminar Internasional Jurnal Keuangan Syariah, peluncuran gerakan yang mendukung keuangan sosial syariah seperti National Waqf Caring Day dan Gerakan Indonesia Sadar Wakaf, serta peluncuran platformmodel pengembangan usaha halal sebagai upaya menuju Indonesia sebagai pusat fesyen muslim dunia.

Sementara penyelenggaraan Shari’a Fair diselenggarakan untuk mendukung pelaksanaan strategi pencapaian rantai nilai halal antara lain melalui acara talkshow penguatan di sektor pertanian terintegrasi (integrated farming), industri pengolahan (halal food and fashion), energi terbarukan (renewable energy), dan wisata halal (halal tourism).

"Tercatat sekitar 25 ribu pengunjung hadir dan meramaikan shari’a fair, dengan jumlah transaksi baik retail, kuliner, dan perbankan sebesar Rp51,3 miliar, atau meningkat 53,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya," jelas dia.

Penyelenggaraan ISEF 2018 merupakan komitmen nyata atas dukungan anggota Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) termasuk BI serta instansi/lembaga terkait lainnya untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah sebagai arus baru dalam memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Suksesnya penyelenggaraan ISEF 2018 tidak terlepas dari dukungan dan sinergi berbagai pihak, di antaranya Kementerian dan Lembaga terkait, Lembaga Keuangan Syariah, Pesantren, Perbankan, Lembaga Pendidikan, Pelaku UMKM, dan pihak lainnya. BI menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerjasama yang diberikan seluruh pihak yang telah terlibat dalam pelaksanaan ISEF 2018.

"Ke depan, Bank Indonesia senantiasa mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia sehingga dapat menjadi daya dorong yang optimal untuk mendukung perwujudan ekonomi nasional yang lebih adil dan merata, sejalan dengan harapan menjadikan Indonesia sebagai pemain utama global (global key player) dalam berbagai sektor industri halal," pungkasnya.


(SAW)


Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss
World Economic Forum 2019

Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss

6 hours Ago

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga menegaskan Indonesia siap menyongsong era revolusi i…

BERITA LAINNYA