Menurunkan Defisit Transaksi Berjalan tak Instan

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 01 Nov 2018 20:27 WIB
defisit transaksi berjalan
Menurunkan Defisit Transaksi Berjalan tak Instan
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. MI/Susanto.

Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut upaya pemerintah dalam menurunkan defisit transaksi berjalan (CAD) tak instan. Butuh waktu agar kebijakan yang diambil pemerintah bersama dengan Bank Indonesia (BI) bisa berdampak secara langsung.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan perubahan kebijakan juga tidak bisa langsung dilakukan oleh pemerintah. Jika tidak hati-hati kebijakan untuk menurunkan defisit transaksi berjalan justru bisa berdampak negatif terhadap sektor lain.

"Policy shifting tidak drastis supaya tidak memberikan shock tambahan. Maka, pengaruh pada CAD tidak langsung pada kuartal yang sama," kata dia dalam konferensi pers di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta Pusat, Kamis, 1 November 2018.

Dirinya menjelaskan berbagai kebijakan telah diambil sebagai upaya menurunkan defisit transaksi berjalan. Di antaranya adalah kewajiban menggunakan Biodiesel 20 persen (B20), menaikan PPh 21 produk impor, hingga optimalisas Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN).

"Bukan hanya impornya, tapi ekspornya juga kita terus tingkatkan. Memang tidak mungkin CAD langsung drop, karena pertumbuhan ekonomi kita juga masih meningkat dan pertumbuhan kredit juga masih 12 persen," jelas dia.

Sementara itu, Gubernur BI Perry Warjiyo menyebutkan, pada kuartal III CAD diprediksi meningkat. Namun untuk keseluruhan tahun, CAD akan berada di bawah tiga persen dari PDB atau masih dalam batas aman.

"CAD di kuartal III kan akan di bawah 3,5 persen, kan tadi sudah saya katakan. Untuk keseluruhan tahun kan di bawah tiga persen," kata Perry.


(SAW)