Kuartal III-2018

Sawit Sumbermas Sarana Bukukan Pendapatan Bersih Rp631 Miliar

Desi Angriani    •    Kamis, 28 Dec 2017 10:46 WIB
kelapa sawit
Sawit Sumbermas Sarana Bukukan Pendapatan Bersih Rp631 Miliar
Suasana public expose SMSS (Foto: MTVN/Desi Angriani)

Jakarta: PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SMSS) membukukan kenaikan pendapatan bersih sebesar Rp631,5 miliar di kuartal III-2018 atau naik 120,3 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini didorong oleh volume produksi sawit yang meningkat signifikan hingga September 2017 lalu.

"Pendapatan bersih SSMS naik 120,3 persen secara tahun ke tahun menjadi Rp631,5 miliar per September 2017," kata Chief Financial Officer SSMS Nicholas Whittle, di Graha CIMB Niaga,  Jakarta, Kamis, 28 Desember 2017.

Sejalan dengan pencapaian tersebut, SSMS telah membukukan penjualan sebesar Rp2,4 triliun atau naik 36,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sementara marjin kotor, marjin operasi, dan marjin bersih berada pada tingkat yang sehat masing-masing 54,2 persen, 36,9 persen, dan 26,5 persen.

"Kita punya marjin yang lebih baik dari pendapatan," imbuh dia.

Whittle menambahkan, pertumbuhan SSMS didorong oleh keuntungan perkebunan yang sebagian besar terdiri dari pohon kelapa sawit muda dengan rata-rata pertumbuhan yang tinggi. Pada September 2017, SSMS memiliki rata-rata hasil Tandan Buah Segar (TBS) 14,6 SSMS atau berada di atas rata-rata industri 13,5 MT per ha

"Hal ini juga memungkinkan SSMS untuk mencatat produksi TBS hingga 938.025 MT pada rentang waktu yang sama atau naik 37,1 persen dari tahun lalu," kata Whittle.

Selain itu, SMSS mencatat, jumlah produksi CPO yang tinggi sebesar 262.356 MT per September lalu. Jumlah itu meningkat 36,5 persen secara tahunan dengan tingkat penggunaan pabrik kelapa sawit sebesar 56 persen.

"Dengan demikian kami optimistis dapat membantu memenuhi lonjakan kebutuhan minyak kelapa sawit secara global yang sebagian besar didorong oleh meningkatnya permintaan pangan di Asia terutama Tiongkok dan India serta lonjakan biodiesel," tutupnya.


(ABD)