OJK: Kinerja Perbankan Sulsel Tumbuh Positif

   •    Selasa, 05 Dec 2017 14:45 WIB
ojk
OJK: Kinerja Perbankan Sulsel Tumbuh Positif
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Fanny Octavianus)

Makassar: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional VI Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) menyebutkan kinerja perbankan untuk wilayah Sulawesi Selatan hingga Oktober 2017 tengah melanjutkan pertumbuhan yang positif.

"Aset perbankan Sulsel posisi Oktober 2017 tumbuh 7,67 persen year on year (yoy) atau 6,04 persen year to date (ytd) menjadi Rp135,78 triliun yang terdiri dari aset Bank Umum Rp133,34 triliun dan aset BPR/BPRS Rp2,43 triliun," kata Kepala Bagian Kemitraan dan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Daerah OJK Regional VI Sulampua Andi Muhammad Yusuf di Makassar, seperti dikutip dari Antara, Selasa, 5 Desember 2017.

Ia menjelaskan, khusus pertumbuhan kredit terutama ditopang oleh pertumbuhan kredit produktif bank umum 8,66 persen dengan share 57,17 persen dan nominal Rp64,8 triliun, yang terdiri dari Kredit Modal Kerja Rp45,1 triliun dan Kredit Investasi Rp19,7 triliun.

Adapun kredit konsumsi tumbuh 10,36 persen yoy dengan share 42,29 persen dan nominal Rp47,5 triliun. Secara sektoral, penyaluran kredit sektor lapangan usaha (kredit produktif) terbesar pada sektor perdagangan dengan share 26,85 persen, disusul sektor industri pengolahan dengan share 6,09 persen dan sektor konstruksi dengan share 6,00 persen.

Sedangkan penyaluran kredit sektor bukan lapangan usaha (kredit konsumsi) terbesar pada kredit pemilikan peralatan rumah tangga dengan share 19,46 persen, disusul kredit pemilikan rumah tinggal (KPR) dengan share 11,52 persen, dan kredit bukan lapangan usaha lainnya dengan share 7,45 persen.

Penyaluran kredit kepada UMKM berhasil mencatat pertumbuhan double digit 11,63 persen yoy dengan nominal Rp36,54 triliun, dan share 32,54 persen dari total kredit. Risiko kredit perbankan Sulsel posisi Oktober 2017 berada pada level yang rendah 2,55 persen dan mengalami penurunan dari 2,58 persen posisi September 2017.

Sementara untuk kinerja penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) mencatat pertumbuhan 5,61 persen yoy menjadi Rp88,47 triliun yang terdiri dari DPK Bank Umum Rp86,96 triliun dan DPK BPR/BPRS Rp1,49 triliun.

Pertumbuhan DPK tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan DPK Bank Umum berupa Tabungan yang tumbuh 7,90 persen yoy, Giro yang tumbuh 4,43 persen yoy, dan Deposito yang tumbuh 2,05 persen.

Pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan DPK meningkatkan kinerja intermediasi perbankan yang tercermin dari peningkatan LDR dari 127,28 persen posisi September 2017 menjadi 129,28 persen posisi Oktober 2017.


(AHL)