Kampus Mesti Bisa Ciptakan Teknopreneur

Media Indonesia    •    Minggu, 03 Dec 2017 21:54 WIB
teknologi
Kampus Mesti Bisa Ciptakan Teknopreneur
Illustrasi. Metrotvnews.com/Anggi Tondi Martaon.

Jakarta: Kehadiran usaha rintisan berbasis teknologi (startup) di Indonesia mulai berhasil memecahkan sejumlah permasalahan lokal, seperti transportasi dan kemudahan berbelanja melalui platform perdagangan elektronik (e-commerce). Untuk itu kehadiran teknopreneur atau wiraswasta di bidang teknologi perlu diperbanyak.

Peran tersebut menurut Wakil Ketua Umum Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) Dwi Larso menjadi salah satu tugas dari Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia. Menurutnya, kehadiran teknopreneur yang menghasilkan startup sesuai kearifan lokal akan mampu memecahkan permasalahan bangsa di bidang ekonomi.

"Taruhan kita untuk menciptakan kemakmuran bangsa dhitung berdasarkan jumlah startup per populasi. Selain untuk mendorong ini, kita juga bisa paksa para rektor untuk hasilkan teknopreneur agar bisa ciptakan lapangan kerja dengan membuat startup," kata Dwi dikutip dari Media Indonesia, Minggu, 3 Desember 2017.

Komitmen tersebut akan kembali dipertegas dalam Indonesianisme Summit 2017 yang mengusung tema "Memenangkan Industri Indonesia" di Jakarta, 9 Desember.

Industri digital akan menjadi salah satu bahasan dalam forum yang mempertemukan Pemerintah dan pelaku usaha serta pemangku kepentingan lainnya.

Head of Public Relations PT Astra International Yulian Warman menegaskan jiwa teknopreuneur bukan hanya berguna bagi penciptaan lapangan kerja baru melalui pembuatan startup. Tapi juga berguna untuk pengembangan inovasi di lingkungan perusahaan seperti yang terjadi di Astra.

"Kontribusi dari pendidikan entrepreneurship perguruan tinggi terlihat juga di sektor swasta karena sudah ada peningkatan dari hal inovasi baik dari sisi teknologi ataupun dari segi pengembangan manufaktur. Kami di Astra mengadakan kompetisi inovasi secaa rutin dan bisa menghasilkan lebih banyak inovasi dari jumlah karyawan per tahunnya," ujar Yulian.


(SAW)