Faisal Basri: Kebijakan Penetapan e-Money di Jalan Tol Terlalu Mendadak

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 11 Oct 2017 19:53 WIB
transaksi non tunai
Faisal Basri: Kebijakan Penetapan e-Money di Jalan Tol Terlalu Mendadak
E-money. MTVN/EKo Nordiansyah.

Metrotvnews.com, Jakarta: ‎Ekonom Senior, Faisal Basri menyatakan, ‎penetapan uang elektronik (e-Money) di semua ruas jalan tol sangat cepat dan terlalu terburu-buru. Setidaknya, pemerintah mempunyai alternatif lain dalam mengurangi kemacetan di jalan tol.

"Saya sih enggak mengerti hukum ya, tapi kalau kita lihat di Jepang, Amerika dan jauh lebih maju, gerbang tol mereka masih tetap pakai tunai. Itu saja. Jadi dikasih alternatif, kalau ini kan tiba-tiba semua harus e-Money. Sebetulnya jangan e-Money, uang elektronik saja," kata Faisal ditemui dalam acara Indonesia Operational Excellence Conference and Award 2017 di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, SCBD Sudirman, Jakarta, Rabu 11 Oktober 2017.

Salah satu fakta pengenaan uang elektronik di jalan tol terlalu terburu-buru, bilang Faisal, masih ada gerbang tol yang dilayani oleh petugas Jasa Marga. Sedangkan pemerintah sudah menargetkan elektronifikasi ‎di jalan tol tercapai pada akhir Oktober 2017.

"Saya salah satu korban, hari Jumat kemarin saya ketinggalan pesawat. Karena ternyata gerbang tol, kan kita harus bayar pakai kartu elektronik, nah gerbang tolnya masih manusia sebagian. Jadi ke kasirnya kita kasih uang elektronik. Tandanya kan enggak siap, itu kan nambah lagi tuh (waktu), jadi chaos. Jadi tolong deh kalau bikin kebijakan tuh jangan yang grasak-grusuk gitu. Lihat negara maju, kasih alternatif," tegas Faisal.

Tak hanya itu, dia mengaku, sampai detik ini pun masih banyak alat sensor yang dipasang di jalan tol, guna melengkapi kesuksesan penggunaan e-Money di jalan tol. 

"Ya buktinya, sampai sekarang bank-bank itu. Kan gini kan aksesnya ga hanya kepada bank BUMN, bank lain harus menempelkan sensor. Tidak ada waktu. Bank lain kan banyak, jadi sampai detik ini mereka masih pasang alat sensornya," pungkas Faisal.



(SAW)