Menhub Kritik Cara Kerja Kantor Syahbandar dan Pelabuhan Gresik

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 09 Mar 2018 12:36 WIB
transportasijiipeKawasan Terpadu JIIPE
Menhub Kritik Cara Kerja Kantor Syahbandar dan Pelabuhan Gresik
Menhub Budi Karya saat melihat kondisi kapal. (FOTO: Dokumentasi Kemenhub)

Gresik: Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengkritik Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Gresik karena banyak kapal yang dibiarkan terus berlayar dengan kondisi keamanan dan keselamatan kurang.

Saat meninjau Pelabuhan Gresik, Jawa Timur, Budi menemukan banyak kapal yang terlihat usang dan karatan, bahkan tidak layak operasi dan tetap dibiarkan berlayar. Ia menegaskan kepada Kepala KSOP Agustinus Maun agar tidak mengenyampingkan aspek keselamatan dan keamanan.

Salah satu yang paling dikritisi oleh Budi adalah kondisi kapal yang sudah karatan dan kewajiban melakukan docking kapal. Sebab, dua aspek itu sangat berhubungan dengan keselamatan.

"Kerjanya itu jangan waton (bahasa Jawa: asal-asalan kita kan tidak boleh kerja asal-asalan)," kata Budi kepada Kepala KSOP di Pelabuhan Gresik, Jawa Timur, Jumat, 9 Maret 2018.


Menhub Budi Karya saat melihat kondisi kapal. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

Ia mempertanyakan, apabila bagian luar karatan, kondisi dalam kapal pun pasti akan serupa. Artinya, peremajaan kapal ini dipertanyakan. Para kepala KSOP harusnya selektif dalam memberikan izin berlayar kapal-kapal.

"Saya mengkritisi bagi semua KSOP agar jangan semata-mata melihat formalitas tetapi juga melihat fakta di lapangan itu harus dikoreksi artinya kalau udah seperti ini ya tidak tidak jalan, tahan saja tidak usah jalan," ujar dia.

Lebih lanjut, Budi menambahkan, jika terjadi kecelakaan karena melalaikan hal sepele seperti ini akan berdampak pada semuanya. Ia menekankan bahwa keselamatan itu sangat utama.

"Kalau ada yang kecelakaan kalian yang dituduh macam-macam. Nah ini kan kita baru liat kasat mata kalau lihat mesinnya segala macem itu makanya memang kalau kita bicara safety lebih baik kita melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya prefentif dari pada nanti kejadian baru nyesel, heboh," beber Budi.

Seperti diketahui, di Pelabuhan Gresik itu, Budi melihat kondisi dua kapal. Kapal Wiras Permata Nomor 2 yang mengangkut pupuk dan kapal curah kering.

 


(AHL)