OJK: Pengurangan Pegawai Perbankan karena Efisiensi & Digitalisasi

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 10 Nov 2017 14:37 WIB
ojkperbankan
OJK: Pengurangan Pegawai Perbankan karena Efisiensi & Digitalisasi
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana. (Foto: MTVN/Suci Sedya)

Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut mencermati isu pengurangan jumlah pegawai di lingkungan perbankan yang tengah terjadi saat ini.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana memandang pengurangan jumlah pegawai di lingkungan perbankan dilatarbelakang oleh dua hal.

Dengan perkembangan teknologi yang masif, membuat banyak pekerjaan bisa dilakukan dalam bentuk digital, tak lagi manual. Hal ini juga yang diterapkan perbankan dalam pemanfaatan teknologi.

Di sisi lain, perbankan pun memang diinstruksikan untuk melakukan efisiensi terhadap biaya operasional. Hal ini dimaksudkan untuk menekan bunga agar lebih rendah.

"Bank sekarang makin efisien,lalu dengan berbagai operasional yang digital makin efisien," kata Heru di kantor pusat OJK, Jakarta Pusat, Jumat 10 November 2017.

Namun demikian, Heru tak bisa berkomentar banyak, sebab belum melihat angka pasti terkait pengurangan karyawan tersebut. Sebagai gambaran, saat ini perbankan sedang melakukan efisiesi dengan berbagai cara, termasuk pemangkasan pegawai.

Adapun dari laporan keuangan, PT Bank Danamon Indonesia Tbk merupakan bank yang melakukan efisiensi terbesar di tahun ini, tercatat 1.724 pegawai telah dipulangkan dan juga menutup 135 kantor cabang sejak September lalu.

Kemudian disusul oleh PT Bank Mandiri Tbk telah mengurangi 558 pegawai, serta PT Bank CIMB Niaga Tbk telah menutup 78 kantor cabang.


(AHL)