Pengembangan KEK Agar Pertumbuhan Ekonomi Tidak Jawa Sentris

Eko Nordiansyah    •    Senin, 12 Feb 2018 16:56 WIB
kawasan ekonomi khusus
Pengembangan KEK Agar Pertumbuhan Ekonomi Tidak Jawa Sentris
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. Dok: ANT.

Jakarta: Pemerintah sedang mengembangkan Kawasan Ekonomi Kreatif (KEK) di berbagai wilayah Indonesia. Pengembangan KEK untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi agar tidak hanya terpusat di Pulau Jawa.

"Kebijakan pengembangan KEK adalah suatu upaya khusus bahkan suatu terobosan bagi untuk memfasilitasi pertumbuhan ekonomi yang tidak Jawa sentris," ujar Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin, 12 Februari 2018.

Dirinya menambahkan, pengembangan KEK di luar Pulau Jawa dikhususkan untuk bidang industri. Sementara ada satu KEK di Pulau Jawa yaitu KEK Tanjung Lesung di Banten yang ditujukan untuk kawasan pariwisata.

"Di Jawa KEK hanya dikembangkan yang bidangnya jasa. Industri semuanya ada di luar Jawa. Kenapa demikian? kalau kita buka KEK yang bidang industri di Jawa kembali lagi akan tidak jalan, tidak laku kawasan yang di luar Jawa," jelas dia.

Saat ini sudah ada 10 KEK yang dikembangkan pemerintah, yaitu Sei Mangkei, Tanjung Lesung, Mandalika, Palu, Bitung, Morotai, Tanjung Api-Api, Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK), Tanjung Kelayang, Sorong. Semuanya memiliki spesialisasi pengembangan yang berbeda-beda.

Namun demikian, tidak semua KEK itu berjalan dengan lancar karena ada beberapa KEK yang masih terhambat progresnya. Salah satu penyebabnya adalah persoalan sulitnya pembebasan lahan sehingga KEK itu belum bisa beroperasi.

"Ada beberapa KEK  tidak bisa beroperasional karena lahannya tidak selesai-selesai. Saya agak was-was dengan beberapa KEK, paling tidak ada tiga KEK yang enggak jelas kapan beroperasi," pungkas dia.



(SAW)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

4 days Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA