Tingkatkan Resiliensi Ekonomi, BI Terus Kembangkan Integrasi Neraca Keuangan

Suci Sedya Utami    •    Rabu, 01 Nov 2017 14:56 WIB
keuangan
Tingkatkan Resiliensi Ekonomi, BI Terus Kembangkan Integrasi Neraca Keuangan
Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo (MTVN/Eko Nordiansyah).

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) mengembangkan integrasi neraca sistem keuangan dalam rangka meningkatkan daya tahan ekonomi terhadap guncangan. Integrasi tersebut akan melengkapi neraca keuangan lingkup nasional dan regional serta antarsektoral atau dikenal dengan nama national and regional balance sheet.

Keberadaan neraca terintegrasi tersebut akan memperkuat pemantauan risiko sistemik yang dilakukan BI dalam mendukung terwujudnya stabilitas sistem keuangan, sehingga dapat meningkatkan resiliensi ekonomi Indonesia.

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, neraca tersebut nantinya akan memberikan gambaran keseluruhan terkait analisis dan liabilitis neraca dan kondisi sistem keuangan yang sesungguhnya, termasuk terkait kondisi yang perlu diwaspadai. 

Sebab, statistik yang dimiliki sebelumnya tidak sepenuhnya mampu memotret potensi kerentanan sistem keuangan akibat ketidakseimbangan finansial (financial imbalances), interkoneksi antarpelaku ekonomi maupun jalur transmisinya dengan cepat.

"Secara keseluruhan dari gambaran analisis aset dan liabilitis neraca sistem keuangan kita cukup terjaga. Tapi kalau kita lihat lagi nanti akan muncul kondisi yang perlu diwaspadai juga," kata Perry dalam seminar internasional bertajuk "National and Regional Balance Sheet: Toward an Integrated Macrofinancial System Stability" di Grand Hyatt, Jakarta Pusat, Rabu 1 November 2017.

Adapun, national and regional balance sheet dianggap sebagai satu-satunya statistik yang mengumpulkan posisi dan transaksi keuangan seluruh sektor dalam perekonomian, yaitu rumah tangga, korporasi, pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan, industri keuangan nonbank, dan sektor luar negeri. 

Lebih lanjut, BI memandang bahwa pemantauan risiko sistem keuangan juga perlu dilakukan secara regional. Keberagaman tingkat ekonomi dan kedalaman sektor keuangan antar regional serta kewenangan daerah dalam mengelola keuangan daerahnya sendiri membutuhkan pemahaman spesifik untuk menangkap keunikan risiko masing-masing daerah. Dalam kerangka tersebut, Bank Indonesia menginisiasi penyusunan regional balance sheet di tingkat provinsi sebagai yang pertama di dunia.

Sejak inisiatif ini dimulai pada 2014, berbagai perkembangan telah dicapai. Dari sisi kompilasi statistik, kelengkapan dan akurasi data terus meningkat seiring dengan dukungan data dan informasi dari berbagai lembaga terkait. Dari sisi analisis, berbagai indikator risiko dan metodologi terus dikembangkan untuk mencari alat analisis yang paling tepat. Berbagai risiko serta keterkaitan antar sektor mulai dapat dipetakan dan dideteksi.

Ke depan, pengembangan terhadap National dan Regional Balance Sheet akan terus dilakukan. Kelengkapan data khususnya pada sektor korporasi perlu mendapatkan perhatian agar kualitas statistik dan analisis semakin meningkat. Pelaporan keuangan korporasi secara rutin perlu menjadi prioritas bagi otoritas yang berwenang. 


(SAW)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

2 days Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA