Perbedaan Kesepakatan Tarif Hambat Kerja Sama Dagang RI-Afrika

Marcheilla Ariesta    •    Selasa, 10 Apr 2018 16:51 WIB
indonesia-afrika
Perbedaan Kesepakatan Tarif Hambat Kerja Sama Dagang RI-Afrika
Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita. (FOTO: Medcom.id/Marcheilla)

Nusa Dua: Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan persoalan tarif dagang menjadi hambatan dalam hubungan dagang Indonesia dan Afrika. Indonesia harus berdiplomasi dengan negara-negara Afrika yang terikat dalam kerja sama regional.

"Tarif kita belum terikat dengan perjanjiannya dan mereka tidak mudah karena mereka sendiri ada kesepakatan secara regional," katanya saat ditemui di Bali Nusa Dua Convention Centre, (BNDCC), Bali, Selasa, 10 April 2018.

Enggar mengungkapkan kerja sama Indonesia tidak bisa bilateral dengan satu negara saja apalagi bila negara tersebut memiliki perkumpulan dagang di kawasan, seperti Economic Community of West African States (ECOWAS). Hal ini karena mereka harus memiliki pendapat dan persetujuan dari negara-negara yang tergabung dalam organisasi kawasan tersebut.

Menurut dia, situasi politik di masing-masing negara yang berbeda dan dinamis mengganggu relasi dagang kedua negara. Padahal, ucap Enggar, jika dilakukan secara serius total perdagangan kedua negara bisa mencapai USD28,8 miliar pada 2018.

"Ya kita berharap sekitar 10 persen lah," tukasnya.

Oleh karena itu, Enggar terus mendorong kegiatan bisnis dengan negara-negara di Afrika, terutama di bidang infrastruktur. Dia mendukung adanya penandatanganan kesepakatan antara beberapa pebisnis di Indonesia dengan Afrika.

 


(SAW)