Pelemahan Rupiah Belum Dapat Mendongkrak Ekspor

Kautsar Widya Prabowo    •    Selasa, 15 May 2018 16:49 WIB
kurs rupiah
Pelemahan Rupiah Belum Dapat Mendongkrak Ekspor
Illustrasi. ANT/Yudhi Mahatma.

Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan neraca perdagangan April 2018 yang defisit mencapai USD1,63 miliar merupakan bukti pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang tidak mampu mendongkrak nilai ekspor.

Ketua BPS Suhariyanto menjelaskan pelemahan rupiah seharusnya dapat mendongkrak ekspor, namun karena struktur ekspor yang masih berbasis komoditas, dan dampak penguatan dolar AS belum dapat bekerja.

"Tapi saya bilang, masih ada kendala di sana, struktur ekspor kita masih barang mentah," ujarnya di Gedung BPS, Jakarta, Selasa, 15 Mei 2018.

Ia menilai pada Maret perekonomian sangat menjanjikan, sehingga diprediksi akan terjadi surplus saat rupiah melemah. Ketika rupiah melemah seharusnya ekspor meningkat, namun kenyataannya tidak.

Oleh sebab itu, pihaknya berharap Indonesia harus dapat mendorong diversifikasi barang ekspor di pasar Internasional sehingga minat beli masyarakat Indonesia terus meningkat.  

"Kalau komponen bagus seperti (pelemahan rupiah) bagus maka akan terkerek ke bawah, tapi karena defisit jadinya melebar," tutupnya

Perlu diketahui ekspor Indonesia pada April mencapai USD14,4 miliar atau menurun 7,19 persen dibandingkan ekspor Maret 2018 mencapai USD15,5 miliar. Hal tersebut karena ekspor nonmigas April 2018 turun mencapai 6,8 persen atau USS13,28 miliar dibanding Maret 2018 sebesar USD14,25 miliar. Sedangkan dibanding ekspor migas April 2017 naik 8,55 persen.


(SAW)


Komentar Menperin soal Sariwangi Pailit

Komentar Menperin soal Sariwangi Pailit

10 hours Ago

Bangkutnya PT Sariwangi Agricultural Estates Agency (Sariwangi AEA) dan anak usahanya yaitu PT …

BERITA LAINNYA