JK Ungkap Alasan Libatkan Bank Asing Ambil Alih Freeport

Desi Angriani    •    Rabu, 18 Jul 2018 08:13 WIB
freeport
JK Ungkap Alasan Libatkan Bank Asing Ambil Alih Freeport
Wakil Presiden Jusuf Kalla (MI/PANCA SYURKANI)

Jakarta: Sejumlah bank asing menyatakan siap menyalurkan kredit sindikasi untuk mengakuisisi PT Freeport Indonesia (PTFI). Adapun bank asing tersebut digandeng pemerintah dalam membiayai divestasi 51 persen saham Freeport Indonesia dengan nilai valuasi mencapai USD3,85 miliar.

Menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla keterlibatan bank asing sangat diperlukan agar Indonesia tidak mengalami masalah terkait neraca pembayaran di kemudian hari. Pasalnya, Indonesia membutuhkan dana asing dalam jumlah besar.

"Kalau dari sini diambil USD3 miliar-USD4 miliar bisa masalah kita punya neraca pembayarannya, dan karena ini barang bukan barang yang baru dibangun," ungkap JK, di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa, 17 Juli 2018.


JK menambahkan Freeport Indonesia bukan proyek baru melainkan proyek berkelanjutan sehingga perjanjian investasi yang sudah dilakukan sebelumnya dapat diperbarui melalui perjanjian pendahuluan atau Head of Agreement (HOA) oleh PT Inalum, Freeport McMoran Inc, dan Rio Tinto.

"Ini bukan barang green field, bukan barang yang baru mulai dibangun. Jadi, begitu diambil, tahun depannya sudah ada penghasilannya, walaupun sudah ada perjanjian-perjanjian mungkin reinvestasi lagi. Artinya, tidak meragukan lagi bahwa ini jalan," tutur dia.

Sebab itu, Wapres optimistis, divestasi Freeport Indonesia bakal berjalan lancar sehingga kepemilikan perusahaan tambang asal Amerika Serikat tersebut sepenuhnya jatuh ke pangkuan ibu pertiwi.

"Tinggal dirincikan, artinya itu nanti urusan staf. Perjanjiannya itu nanti pengacara dan macam-macam terlibat, negosiasi dan rincian lainnya. Jadi, optimistis bisa. HoA itu bisa jalan," pungkas dia.

Sebelumnya, Pemerintah melalui PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) resmi menggenggam 51 persen saham PT Freeport Indonesia. Kesepakatan awal berupa Head of Agreement diteken oleh pemerintah bersama dengan Freeport dan Rio Tinto pada Kamis 12 Juli 2018.

 


(ABD)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

1 day Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA