Digitalisasi Tingkatkan Produksi Perikanan

Kautsar Widya Prabowo    •    Rabu, 04 Jul 2018 18:26 WIB
perikanan
Digitalisasi Tingkatkan Produksi Perikanan
Illustrasi. Dok : ANT.

Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menilai untuk meningkatkan target produksi perikanan sebanyak 24 juta ton pada 2018 yang baru terealisasikan 40 persen, dapat dicapai dengan penggunaan teknologi yang tengah berkembang di era globalisasi. Salah satunya dengan pemanfaatan startup yang dipercaya meningkatkan produksi akuakultur atau kegiatan budidaya.

Direktur Perbenihan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP Coco Kokarkin menjelaskan sistem digital telah meningkatkan produksi terutama dengan berkerja sama dengan berbagai pihak dapat meningkatkan daya saing.

"Inisiatif dalam startup pada stakeholder saat ini memberikan manfaat media sharing informasi khususnya era digitalisasi, sehingga dapat menjadi peluang subsektor akuakultur memiliki nilai ekonomi," ujarnya dalam Seminar Indo Fisheries 2018, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu, 4 Juli 2018.

Ia menambahkan, penggunaan teknologi dapat meningkatkan efisiensi sistem, seperti menjembatani akses pasar menjadi lebih mudah. Efisiensi mutlak didorong untuk mempercepat kapasitas usaha di tingkat masyarakat maupun industri.

"Efesiensi rantai pemesanan, interaksi dengan buyer lebih cepat. Sistem ini akan dirasakan oleh produsen dan seller," imbuhnya

Sehingga era digitalisasi harus ditangkap sebagai upaya menciptakan efesiensi tata kelola dan system produksi akuaktur dari era konvensional ke era otomatis. Lebih lanjut pihaknya menjelaskan, saat ini akuakultur memiliki peran besar untuk penopang Product Domestik Bruto (PDB) Nasional 2017, di mana telah menyumbang 2,57 persen. Sedangkan sisi mikro akuakultur berpotensi dalam meningkatkan struktur ekonomi masyarakat dalam meningkatkan pendapatan.



(SAW)