Jokowi Sebut Waralaba Berpotensi Gerakkan Ekonomi Kerakyatan

Eko Nordiansyah    •    Jumat, 25 Nov 2016 12:42 WIB
pameran waralaba
Jokowi Sebut Waralaba Berpotensi Gerakkan Ekonomi Kerakyatan
Ilustrasi. (FOTO: MTVN/Annisa Ayu Artanti)

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengatakan, pengusaha waralaba lebih mudah dan murah karena hanya meneruskan usaha yang telah ada. Bahkan standardisasi dari usaha waralaba lebih terjamin dibanding membangun usaha sendiri.

"Standardisasi biasanya menghemat ongkos. Kulkas, kompor, lampu dan ukuran spesifikasinya sudah dioptimalkan master franchise. Jadi pengusaha lokal daripada bikin spesifikasi sendiri sudah bisa bikin yang standar nasional dan internasional," ujanya di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (25/1/2016).

Dirinya menambahkan, usaha waralaba merupakan usaha modern di abad ke-21. Selain itu konsep waralaba juga baik untuk efisiensi ekonomi karena membawa skala ekonomi yang kemudian menghemat banyak ongkos usaha.

Baca: Bisnis Waralaba Menggiurkan, Investasi Satu Gerai Butuh Rp400 Juta

"Sekarang muncul potensi waralaba di negara kita. Tadi yang sudah ke depan saya kira kekuatan kita yang saya kira nantinya akan diikuti waralaba lain yang akan muncul," jelas dia.

Menurut Jokowi, saat ini beberapa waralaba baru memiliki sedikit gerai di beberapa kota besar. Padahal usaha warabala bisa dikembangkan hingga ke daerah untuk menggerakan ekonomi daerah tersebut.

"Kita punya 35 provinsi dan 516 kabupaten/kota potensinya besar untuk pengembangan waralaba Indonesia. Semoga produksi waralaba di negara kita semakin banyak dan akan memperkuat ekonomi kerakyatan di negara kita," pungkasnya.

 
(AHL)