KAI Prioritaskan Pembangunan Kereta Api di Luar Pulau Jawa

   •    Selasa, 18 Oct 2016 16:54 WIB
kereta api
KAI Prioritaskan Pembangunan Kereta Api di Luar Pulau Jawa
Ilustrasi Kereta Api. MI/Galih Pradipta.

Metrotvnews.com, Yogyakarta: PT KAI mulai memprioritaskan pengembangan kereta api di luar Pulau Jawa, seperti di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi untuk meningkatkan konektivitas transportasi di pulau-pulau besar tersebut.

"Sebisa mungkin, kami memprioritaskan pengembangan kereta di luar Pulau Jawa. Sudah dimulai dan terus dilanjutkan," kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Prasetyo Boeditjahjono dikutip dari Antara, Selasa (18/10/2016). 

Di Pulau Sumatera, pengembangan kereta api dilakukan untuk menghubungkan ujung utara pulau tersebut yaitu dari Aceh hingga Lampung di ujung selatan dengan panjang rel mencapai lebih dari 1.300 kilometer (km). 

Pengembangan kereta api di Sulawesi akan menghubungkan jalur kereta antara Makassar, Pare-pare hingga Gorontalo dengan panjang rel sekitar 1.400 kilometer (km). 

"Sudah dilakukan pembangunan jalur kereta antara Makassar dan Pare-pare sepanjang 140 kilometer (km)," jelas dia. 

Prasetyo menyebut ada banyak pihak yang tertarik untuk mengembangkan jalur kereta di Pulau Kalimantan karena daerah tersebut memiliki kandungan batu bara yang tinggi.

Meskipun memiliki prioritas untuk mengembangkan jalur kereta di luar Pulau Jawa, namun PT KAI juga tetap memperhatikan peningkatan layanan kereta di Pulau Jawa, salah satunya dengan pembangunan double track di jalur lintas utara dan selatan.

Sesuai Rencana Induk Kereta Api, ditargetkan adanya peningkatan jaringan rel hingga lebih dari dua kali lipat yaitu dari 5.000 km  menjadi 12.100 km pada 2030.

Sedangkan untuk semakin memudahkan konektivitas antarmoda, PT KAI juga akan memperbanyak jalur kereta api menuju bandara dan pelabuhan-pelabuhan besar.

Salah satu jalur kereta api menuju bandara yang akan diwujudkan adalah jalur menuju bandara baru DIY yang berada di Kabupaten Kulon Progo.

Ia mengatakan pembangunan jalur kereta menuju bandara baru di DIY akan lebih mudah dibanding pembangunan jalur kereta ke bandara yang sudah ada karena pembangunan bisa disesuaikan dengan perencanaan bandara.

"Yang penting, saat bandara beroperasi, kereta menuju bandara juga sudah dioperasionalkan," katanya.

Sedangkan untuk kebutuhan pembebasan tanah, Prasetyo mengatakan, bisa menggunakan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2012 yang mengatur pembebasan tanah untuk kepentingan umum.





(SAW)