DJP Menanti Restu BI untuk Injeksi Kartin1 ke Kartu Kredit

Suci Sedya Utami    •    Selasa, 18 Apr 2017 18:03 WIB
kartin1
DJP Menanti Restu BI untuk Injeksi Kartin1 ke Kartu Kredit
Illustrasi. (ANT/Umarul Faruq).

Metrotvnews.com, Belitung: Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan telah meluncurkan prototype Kartu Indonesia Satu (Kartin 1/) yang bisa diinjeksi pada berbagai identitas di kartu lainnya.

DJP ingin nantinya Kartin1 bisa terintegrasi dengan banyak kartu termasuk dalam sistem pembayaran seperti kartu kredit dan lain sebagainya. Namun, kata Direktur Transformasi Teknologi Informasi dan Komunikasi DJP Iwan Djuniardi, untuk menuju ke sana tidaklah mudah. DJP mesti menunggu izin dari Bank Indonesia (BI) selaku otoritas pengatur sistem pembayaran.

"Kalau BI nanti mengijinkan kartu ini di inject di kartu perbankan lebih enak lagi, jadi nanti Kartin1 juga bisa melakukan pembayaran," kata Iwan dalam pelatihan media di Belitung, Senin malam 17 April 2017.

Iwan mengatakan, beberapa perbankan pelat merah pun telah menyatakan minatnya dan mengajukan ke Bank Indonesia. Namun, Iwan menjelaskan BI perlu melakukan kajian. BI kata Iwan perlu mengevaluasi terlebih dahulu terkait keamanannya jika terintegrasi dengan kartu perbankan.

"BNI sama Mandiri tapi kan nunggu BI. Lagi dikaji, soalnya enggak bisa jalan sendiri tanpa izin BI," ujar dia.

Namun demikian, secara teknis sudah diujicobakan pada tab cash BNI dan e-money Mandiri dan sudah berjalan


(SAW)