Bandara Internasional Jawa Barat Buka Peluang Investasi

Jaenal Mutakin    •    Minggu, 17 Sep 2017 09:06 WIB
bandara
Bandara Internasional Jawa Barat Buka Peluang Investasi
Sejumlah alat berat digunakan dalam pembangunan Bandara Internasional Kertajati di Majalengka, Jawa Barat. (FOTO: ANTARA/AKBAR NUGROHO GUMAY)

Metrotvnews.com, Bandung: PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) membuka peluang investasi di kawasan bandara dan Aerocity Kertajati, Majalengka. Peluang tersebut akan dilakukan di ajang Aviation Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) Indonesia 2017.

AMROI 2017 merupakan event terbesar di yang diselenggarakan oleh Indonesia Aircraf Maintenance Services Association (IAMSA) -asosiasi industri resmi penyedia layanan MRO di Indonesia-. Acara ini akan menyatukan sekitar 300 delegasi dari lebih 20 negara yang berbeda, dengan 32 maskapai penerbangan dan 27 operator MRO turut berpartisipasi.

Direktur utama PT BIJB Virda Dimas Ekaputra mengatakan, AMROI 2017 disponsori beberapa perusahaan MRO terbesar di dua termasuk Air France, KLM, SR Technics and Turkish Tecnic. Ini merupakan ajang menyampaikan perkembangan dan peluang di BIJB terutama para pebisnis perawatan, perbaikan, dan overhaul pesawat terbang.

"Kami berharap bisa bekerja sama dengan para stakeholder MRO di seluruh dunia. Sejak 2,5 tahun lalu BUMD tersebut berdiri oleh Pemprov Jabar dalam Perda Nomor 22 dan 23 tahun 2013," ungkap Virda dalam siaran persnya, Minggu 17 September 2017.

Virda menuturkan, pihaknya mendapat tugas membangun bandara dan aerocity berkelas dunia. Tak hanya membangun sebuah bandara atau kawasan bahkan gerbang untuk lalu lintas orang dan barang saja, tapi juga untuk meningkatkan ekonomi Indonesia khususnya Jabar.

"Untuk melaksanakan tugas dari Pemerintah, rencananya BIJB akan dibangun enam cluster di Aerocity, Jabar yang jumlah penduduknya terbanyak di Indonesia, rencananya akan mengembangkan tiga metropolitan dan tiga pusat pertumbuhan ekonomi baru, masing-masing akan dilengkapi dengan bandara-bandara yang akan terkoneksi ke BIJB," jelasnya.

BIJB adalah gerbang yang diharapkan bisa melayani pesawat berbadan lebar, dengan kapasitas 121 ribu m2 terminal penumpang dan 90 ribu m2 untuk terminal kargo. Sementara dari sisi bandara pemerintah memutuskan Bandara Kertajati pada 2018 untuk penerbangan Jemaah Haji.


(AHL)