Inovasi Pertanian Tekan Harga Bawang

   •    Minggu, 18 Jun 2017 11:47 WIB
bawang
Inovasi Pertanian Tekan Harga Bawang
Illustrasi (MI/PALCE AMALO).

Metrotvnews.com, Kupang: Praktisi Pertanian Agribisnis Leta Rafael Levis, mengatakan inovasi sistem pertanian dapat menekan harga bawang dan komoditas pangan lainnya di Nusa Tenggara Timur.

"Inovasi ini ini penting untuk membuat bawang putih bisa tumbuh subur dan berbuah di tanah-tanah tropis dan bisa menjadi jawaban terhadap rendahnya produktifitas bawang putih dalam negeri," katanya di Kupang, dikutip dari Antara, Mingu 18 Juni 2017. 

Sebab, menurut dia, inovasi pertanian berdampak pada kelangsungan perdagangan komoditas dalam negeri.

"Berkaca dari Tiongkok, inovasi di bidang pertanian di negara itu telah berhasil mendongkrak ekspor buah dan produk holtikultura lain hingga bisa ekspor dengan harga yang kompetitif," katanya.

Dosen Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang ini mengatakan hal tersebut menanggapi tingginya harga bawang di Tanah Air menjelang Idulfitri 1438 Hijriah dan solusi mengatasinya.

Hasil survei dan penelitian yang dilakukan Undana menunjukkan NTT memiliki karakteristik lahan dan iklim yang cocok untuk mendukung pengembangan tanaman bawang putih dan merah sebagai komoditas yang banyak dibutuhkan rumah tangga dan untuk kebutuhan obat-obatan lainnya.

Hanya saja belum ada gerakan untuk menanam dan membudidayakan tanaman bawang putih (Allium sativum) dan bahkan belum ada petani di NTT yang fokus membuka lahan pertanian khusus untuk menanam bawang  sebagai tanaman dari genus Allium itu.

Padahal, katanya, potensi lahan yang ada di Nusa Tenggara Timur cukup untuk mengembangkan jenis anaman ini guna memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Hal ini, kata Ketua Komisi Penyuluh Pertanian di NTT, mayoritas penduduk yang berprofesi petani 3.042.780 orang atau mencapai 64,74 persen dari sekitar 5,03 juta penduduk NTT dengan potensi lahan kering seluas sekitar 2.379.005 ha dan potensi lahan basah mencapai 127.308 Ha.

Dalam konteks lokal saat ini katanya harga bawang putih di pasaran selalu mengalami fluktuasi yang ekstrim. Di Kupang, misalnya harga bawang putih melonjak tajam dengan harga eceran tertinggi Rp70.000-Rp80.000 per kg.

Atau naik hampir dua kali lipat dari harga jual bawang putih pada Mei 2017 yakni Rp40.000-Rp45.000 per kg atau  lebih tinggi dari harga acuan tertinggi Kementerian Perdagangan, yakni Rp38.000 per kg.

"Persoalan fluktuasi ekstrim ini dipicu oleh permintaan yang lebih besar dari pada ketersediaan bawang putih di pasaran, apalagi di bulan Ramadan. Lonjakan harga ini juga diperparah ulah para kartel bawang putih yang sering memainkan harga dengan mengatur suplai ke pasaran agar harganya melonjak.



(SAW)

YLKI Sebut Masyarakat Harusnya Diberikan Insentif
Biaya Isi Ulang Uang Elektronik Diatur

YLKI Sebut Masyarakat Harusnya Diberikan Insentif

54 minutes Ago

Seharusnya Bank Indonesia (BI) memberikan insentif bagi masyarakat karena sudah membantu menjal…

BERITA LAINNYA