BI Tegaskan Stance Kebijakan Moneter Masih Netral

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 15 Jun 2017 21:13 WIB
bank indonesia
BI Tegaskan <i>Stance</i> Kebijakan Moneter Masih Netral
BI. MI/Rommy Pujianto.

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) menegaskan jika stance kebijakan moneternya masih akan netral. Hal ini tercermin dari dipertahankannya tingkat suku bunga acuan atau BI 7 day reverse repo rate di level 4,75 persen selama delapan bulan berturut-turut.

Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Dody Budi Waluyo mengatakan, langkah tersebut diambil karena mempertimbangkan faktor risiko yang muncul baik dari global maupun dalam negeri.

"Dengan suku bunga pada 4,75 persen hari ini itu adalah posisi suku bunga yang kita anggap masih bisa mencapai sasaran inflasi kita di empat plus minus satu persen. Itu stance kita, konteksnya adalah netral," ujarnya di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis 15 Juni 2017.

Dirinya menambahkan, ke depannya BI masih akan menjalankan stance kebijakan sebagaimana yang sudah dijalankan. Jika target inflasi meleset, maka bank sentral siap untuk mempertimbangkan perubahan kebijakan.

"Bagaimana tren ke depan, tren ke depan kita melihat perkembangan risiko yang nilai tukar, CAR, inflasi. Kita tidak akan melakukan perubahan apapun terhadap suku bunga kita sepanjang tidak ada itu menganggu core inflation," jelas dia.

Lebih lanjut, Dody menilai jika ekspektasi inflasi maupun nilai tukar masih sesuai dengan yang ditargetkan maka tidak akan ada perubahan kebijakan. Selain itu, BI memastikan tetap akan memperhatikan potensi risiko dari luar dan dalam negeri.

"Bagaimana ekspektasi inflasi sudah mengarah pada tekanan kepada inflasi inti, juga ekspektasi terhadap depresiasi nilai tukar sudah akan memberikan tekanan kepada nilai tukar kita dan keluar dari nilai fundamental. Belum ada perubahan berarti stance tetap netral," pungkasnya.


(SAW)