Antam Minta Penambahan Kuota Ekspor Nikel

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 07 Aug 2017 16:49 WIB
antam
Antam Minta Penambahan Kuota Ekspor Nikel
Antam telah mendapatkan izin ekspor bijih nikel sebesar 2,70 juta wmt dan 850.000 wmt bijih bauksit Dok.Antam.

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Antam Tbk meminta tambahan kuota ekspor nikel kepada pemerintah. hal ini dikarenakan progres pembangunan Pabrik Feronikel Haltim di Halmahera Timur, Maluku Utara.

Direktur Marketing Antam Tatang Hendra menyampaikan bahwa proyek pembangunan Pabrik Feronikel Haltim di Halmahera timur, Maluku Utara telah memasuki fase konstruksi dengan pemancangan tiang pancang perdana pada 25 April 2017. Pabrik memiliki kapasitas produksi feronikel 13.500 TNi per tahun dan direncanakan konstruksi dapat selesai pada 2018.

"Untuk penambahan ini kita kan berbasis pada project. Projek kita yang di Maluku Utara, di Halmahera Timur, jadi untuk kuotanya tersebut sementara ini kita sedang berproses," kata Hendra di Kantor BEI, Jakarta, Senin 7 Agustus 2017.

Hendra menjelaskan, permohonan penambahan kuota ekspor sudah diajukan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Saat ini Antam sedang menunggu persetujuan dari pemerintah.

"Angkanya mungkin nanti kita bergantung pada persetujuan kementerian," ucap dia.

Seperti diketahui, Antam mendapatkan izin untuk melakukan ekspor nikel kadar rendah sebanyak 2,7 juta ton. Sampai dengan semester I, realisasi ekspor Antam untuk komoditas tersebut sebesar 275.513 ton.


(SAW)