Lengkapi Sistem Big Data, BI Gandeng 8 Perusahaan e-Commerce

Desi Angriani    •    Rabu, 09 Aug 2017 16:41 WIB
ekonomi digital
Lengkapi Sistem Big Data, BI Gandeng 8 Perusahaan <i>e-Commerce</i>
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) menggandeng delapan perusahaan belanja online (e-commerce) besar untuk melengkapi sistem Big Data atau layanan teknologi yang sedang dikembangka bank sentral Indonesia tersebut.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menjelaskan, data dari perusahaan belanja daring dibutuhkan untuk melengkapi informasi transaksi pembayaran yang selama ini telah dihimpun dari survei dan laporan pelaku kegiatan ekonomi.

"Yang sekarang ini kami bekerja sama dengan delapan portal, dan kami bisa manfaatkan informasi dari masing-masing portal itu, dan itu melengkapi sistem big data kami," ujarnya di Function Room Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu 9 Agustus 2017.

Kerja sama penghimpunan data tersebut, ke depannya akan dilakukan dengan semua perusahaan e-commerce. Namun begitu, Agus enggan  membeberkan nilai transaksi dan nama perusahaan daring yang sudah bersinergi dengan BI.

"Belum bisa kami sampaikan," imbuh dia.

Adapun Big Data BI tak cuma menjadi alat untuk mengukur efektivitas komunikasi kebijakan dan pemanfaatan data Fintech serta E-Commerce. Namun juga memperkuat pengambilan keputusan di sektor Moneter, Pasar Keuangan, Stabilitas Sistem Keuangan (SSK), Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah (SP-PUR).

"Kami melihat manfaat untuk BI lakukan kajian sebelum kami keluarkan kebijakan di sektor moneter, sistem pembayaran dan stabilitas sistem keuangan," tutur dia.

Lebih lanjut Agus menambahkan, Bank Indonesia perlu meperkuat sistem Big Data untuk mencapai nilai ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan sebesar USD150 miliar atau sekitar Rp2.040 triliun pada 2025.

"Kita perlu menyiapkan diri untuk 2025," tandasnya.


(AHL)