50 Juta Penduduk Indonesia Terkena Wabah Belanja Online

Desi Angriani    •    Kamis, 10 Aug 2017 09:32 WIB
geliat e-commercee-commerce
50 Juta Penduduk Indonesia Terkena Wabah Belanja <i>Online</i>
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (MI/IMMANUEL ANTONIUS)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mencatat sebanyak 50 juta orang dari 150 juta pengguna internet di Tanah Air terserang wabah belanja online.

Menurut Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, puluhan juta pengguna jasa  e-commerce ini menggunakan transaksi online dari berbagai portal dan sosial media. Penggunaan paling banyak terdapat pada online shopping dan aplikasi ojek online.

"50 juta tentu besar, kita tidak bicara satu transaksi selesai, ada yang menjadi kebiasaan, misalnya, pesan taksi pakai uber, pesan makanan pakai Go Jek, plus belanja online yang lain," ucap Bambang, dalam seminar nasional big data, di Function Room Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu 9 Agustus 2017.

Bambang menambahkan, belanja online mulai menjadi tabiat bagi warga di kota-kota besar. Mereka tak perlu repot dan mengarungi kemacetan jalan hanya untuk berbelanja atau sekadar membeli makanan. Hal ini menjadi salah satu pemicu nilai transaksi e-commerce di Indonsia terus tumbuh dan menggeser nilai transaksi konvensional.



"Ada saudara saya yang saya tahu meski beli baju tidak pernah ke mall. Dia hobinya mencoba dari satu online ke online lain, online Indonesia. Dan itu sudah jadi kebiasaan," ungkap dia.

Berdasarkan riset Online Shopping Outlook 2015 yang dikeluarkan oleh BMI research mengungkapkan nilai belanja online pada 2014 mencapai Rp21 triliun. Sedangkan data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), sampai Januari 2016, pengguna internet di Indonesia mencapai 88,1 juta, di mana 48 persen merupakan pengguna internet harian.

Riset Markplus Insight dan majalah online marketeers di 2013 menunjukkan, dari 74,6 juta pengguna internet di Indonesia, 20 persen melakukan belanja online. Jumlah pengguna internet yang melakukan transaksi online masih kalah dengan Thailand, Filipina, Vietnam, Singapura, dan Malaysia yang mencapai 60 persen hingga 80 persen pengguna internetnya melakukan transaksi online.

 


(ABD)