ISEF 2017, Saatnya Santri Memulai Usaha dengan Berdagang

Amaluddin    •    Jumat, 10 Nov 2017 09:29 WIB
bank indonesiaekonomi syariah
ISEF 2017, Saatnya Santri Memulai Usaha dengan Berdagang
Wakil Presiden Jusuf Kalla. (FOTO: MTVN/Desi Angriani)

Surabaya: Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengajak para santri untuk mulai usaha dengan cara berdagang. Menurut JK, berdagang merupakan cara yang halal dan sesuai ajaran sunah rasul.

"Kelemahan umat Islam Indonesia adalah di bidang ekonomi, khususnya dalam hal perdagangan. Padahal pada ajaran Islam dikatakan bahwa sembilan dari 10 pintu rejeki berasal dari perdagangan," kata JK, pada acara Indonesia Shari'a Economic Festival (ISEF) 2017 di Grand City, Surabaya, Kamis 9 November 2017.

Melalui kegiatan ISEF ke-4, JK berharap bisa memberi semangat kepada santri untuk memulai usaha dengan cara yang benar dan syar'i. Sebab, kata JK, mengukur kemajuan ekonomi bukan hanya dilihat dari tingginya angka, juga dari sistem yang halal.

"Konsep syariah ini tidak serumit yang kita bayangkan, selama yang dijual tidak haram dan tidak riba maka semua itu halal," jelasnya.

Tak hanya itu, JK juga berharap festival ISEF ini bisa memberi manfaat dalam mewujudkan keadilan dan kemakmuran bagi rakyat Indonesia. Festival ini juga sebagai bentuk menjalankan perintah sesuai tuntunan Tuhan YME.

"Mari kita semua menyambut festival ini dengan semangat untuk mulai berdagang. Karena jangan sampai semangat ISEF hanya dibicarakan saja tanpa ada bukti nyata," imbaunya.

Gelaran ISEF 2017 juga dihadiri oleh 80 pimpinan dari perwakilan Pondok Pesantren besar seluruh pelosok Indonesia, dan para penggiat syariah mulai pelaku usaha, pengamat, akademisi dari seluruh Indonesia yang akan temu bisnis dan diskusi, sekaligus menampilkan display produk unggulannya.

Wapres didampingi Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brojonegoro, Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin, Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah, serta para akedemisi, dan Praktisi Ekonomi Islam Internasional.

 


(AHL)