Hadapi MEA, BBPLK Bekasi Beri Pelatihan Ratusan Peserta

Gervin Nathaniel Purba    •    Rabu, 24 Jan 2018 12:40 WIB
berita kemenaker
Hadapi MEA, BBPLK Bekasi Beri Pelatihan Ratusan Peserta
BBPLK Bekasi menggelar program Competency Based Training (CBT) atau Pelatihan Kerja Berbasis Kompetensi (PBK) tahap 1 tahun 2018 (Foto:Dok.Kemenaker)

Bekasi: Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bekasi menggelar program Competency Based Training (CBT) atau Pelatihan Kerja Berbasis Kompetensi (PBK) tahap 1 tahun 2018 yang diikuti sebanyak  576 peserta  dari berbagai daerah di Indonesia.

Kepala BBPLK Bekasi Helmiati Basri mengatakan, pelatihan kerja ini merupakan wujud nyata program perluasan kesempatan kerja melalui pembinaan pelatihan keterampilan kerja pada masyarakat, sekaligus upaya mempercepat pengurangan pengangguran.

"Pemerintah mempercepat pelaksanaan program pelatihan berbasis kompetensi untuk meningkatkan penguatan kualitas dan kompetensi  sumber daya manusia  (SDM) Indonesia ,” kata  BBPLK Bekasi  Helmiati Basri, saat membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Tahap I Tahun 2018 di Bekasi, Jawa Barat, Rabu, 24 Januari 2018.

Pembukaan PBK ditandai dengan penyematan tanda peserta oleh Helmiati Basri secara simbolis kepada empat peserta PBK yang berasal dari 4 kejuruan, yaitu bidang Elektronika, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Refrigeration (mesin pendingin), dan Pariwisata.

Dalam arahannya di depan 576 peserta program PBK, Helmiati mengatakan program ini dimaknai sebagai upaya pemberian kemampuan pelatihan kerja kepada warga masyarakat yang membutuhkan keterampilan sebagai bekal untuk bekerja atau berwirausaha.

Menurutnya, pada era globalisasi saat ini, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin berkembang pesat. Hampir setiap saat, perubahan itu selalu terjadi pada setiap sektor kehidupan masyarakat.

Di sisi lain,  disepakatinya Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN atau bahkan Kawasan Asia (AFTA) dan juga memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) menjadi permasalahan sekaligus tantangan tersendiri yang harus dihadapi bersama.

"Pemerintah menyadari bahwa peningkatan SDM merupakan salah satu kunci dalam mengatasi permasalahan ketenagakerjaan. Hal ini termasuk dalam upaya menghadapi Persaingan Bebas ASEAN yang kita kenal dengan istilah MEA, di mana kita dituntut menyiapkan tenaga kerja yang kompeten," ujar Helmiati.

"Kita  optimistis bahwa melalui pelatihan ini para peserta nantinya akan memiliki skill untuk menjadi calon tenaga kerja terampil dan dapat diterima oleh dunia industri," katanya.

Peserta PBK tidak hanya mendapatkan pelatihan dari segi kemampuan teknis (hard skill), tapi  juga dibekali wawasan industri, etika, dan motivasi alias soft skill.

Helmiati berpesan kepada seluruh peserta PBK agar dapat mengikuti seluruh tahapan dan proses pelatihan secara serius dan sungguh-sungguh.

"Ikuti dengan baik pelatihan yang akan berjalan ini, karena ilmu dan keterampilan merupakan investasi masa depan yang tidak ternilai harganya. Manfaatkan kesempatan ini untuk masa depan yang lebih baik,” tuturnya.


(ROS)