Praktik Pemanfaatan Dana Desa Belum Maksimal

Ade Hapsari Lestarini    •    Sabtu, 10 Feb 2018 12:41 WIB
dana desaKemendes PDTT
Praktik Pemanfaatan Dana Desa Belum Maksimal
Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo (kiri). (FOTO: dok Kemendes PDTT)

Jakarta: Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengaku masih ada persoalan-persoalan yang menyangkut pelaksanaan dana desa.

"Salah satunya adalah praktik pemanfaatan dana desa yang belum maksimal. Kualitas sumber daya manusia yang ada masih minim mengingat kepala desa di Indonesia mayoritas masih merupakan lulusan SMA dan disusul lulusan SD serta SMP," tutur Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 10 Februari 2018.

Oleh karena itu, dibutuhkan penyebaran informasi dan pengetahuan yang lebih luas lagi sekaligus pengawasan sebagai bentuk kontrol di lapangan.

"Pengawasannya sudah lebih bagus lagi karena dukungan dari media yang sangat kuat sekali. Sekarang dari laporan Satgas Dana Desa, masyarakat sudah lebih proaktif. Dalam beberapa bulan ini sudah lebih dari sebelas ribu laporan yang masuk," ungkapnya.

Dirinya pun mengapresiasi para insan pers yang telah mempublikasikan pelaksanaan program dana desa. Sejumlah manfaat positif penggunaan dana desa turut menjadi pemberitaan sebagai wujud kemajuan pembangunan desa.

"Kemendes mengapresiasi kepada insan pers karena program dana desa yang tergolong baru ini telah berjalan dengan baik. Peran pers dalam menyosialisasikan program yang ada di desa dan mengangkat persoalan di desa sangatlah penting agar kita dapat terus melakukan perbaikan," kata Eko, usai menghadiri puncak acara Hari Pers Nasional (HPN) di Padang, Sumatera Barat, Jumat, 9 Februari 2018 kemarin.

Di sisi lain, tambah dia, perubahan besar dalam perkembangan media massa telah memperluas jangkauan informasi hingga ke wilayah pedesaan. Hal tersebut merupakan potensi yang dapat dimanfaatkan untuk menjadi sarana informasi dan edukasi tentang dana desa. Dengan demikian, diharapkan masyarakat desa lebih memahami praktik pelaksanaan dan pengelolaan dana desa.

"Saya senang bahwa pers telah mem-blow up keberhasilan desa. Jadi, masyarakat desa bisa lebih bersemangat dengan mencontoh daerah-daerah yang lain sehingga bisa berpartisipasi untuk membangun desanya. Saya mohon dukungan ini tetap dilanjutkan dan insan pers bisa mengawasi dan membantu mempromosikan keberhasilan-keberhasilan yang ada di desa," pungkasnya.

 


(AHL)