Mendag Waspadai Peningkatan Konsumsi Jelang Natal dan Tahun Baru 2018

Desi Angriani    •    Kamis, 07 Dec 2017 19:56 WIB
perdagangankementerian perdaganganekonomi indonesia
Mendag Waspadai Peningkatan Konsumsi Jelang Natal dan Tahun  Baru 2018
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (Foto: MTVN/Desi Angriani)

Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) mewaspadai lonjakan permintaan bahan pokok atau peningkatan konsumsi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2018. Kemendag telah berkoordinasi dengan dinas perdagangan daerah untuk memastikan ketersediaan kebutuhan pokok  di akhir tahun.

Bahkan, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan Satgas Pangan sudah melakukan pengawasan intensif terkait dengan distribusi hingga ketersediaan pasok bahan pangan di berbagai wilayah sejak awal Desember kemarin hingga 10 Januari.

"Kita di minggu ketiga November di seluruh dinas perdagangan, distributor, dan produsen, untuk kita mewaspadai potensi peningkatan konsumsi dan juga transportasi. Per 1 Desember itu barang harus ada di daerah. Alhamdulilah kita cek stok-stok bahan pokok itu sudah ada di daerah," kata Enggar, di Kemendag, Jakarta, Kamis, 7 Desember 2017.

Selain itu, Enggar mengaku sudah melakukan mengecekan ke sejumlah daerah dan menerima laporaan dari dinas-dinas perdagangan. Beberapa wilayah yang menjadi fokus utama antisipasi peningkatan konsumsi antara lain adalah Jawa, Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, dan Sumatera Utara.

"Saya sendiri sudah turun di beberapa provinsi. Kemudian juga para eselon I, sudah terjadwal untuk keliling atau membagi tugas melakukan rapat koordinasi dengan dinas perdagangan, Bank Indonesia di provinsi-provinsi yang berpotensi yang konsumsinya meningkat di hari besar keagamaan dan akhir tahun ini," tambah Enggar.

Namun demikian, lonjakan kebutuhan bahan pokok akhir tahun dinilai tak bakal setinggi permintaan pada Hari Raya Idulfitri. Mendag sudah menyiapkan strategi untuk mengantisipasi kenaikan inflasi dengan  melanjutkan kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Sejak 1 September lalu Kemendag telah menetapkan HET untuk beras medium dan beras premium melalui Permendag No 57 tahun 2017. Untuk wilayah Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, serta Sulawesi ditetapkan harga beras medium sebesar Rp9.450 per kilogram (kg) dan beras premium Rp 12.800 per kg.

Untuk wilayah lainnya yang memerlukan ongkos transportasi lebih, harga ditambah Rp500. Sementara itu, harga acuan tiga komoditas pokok lainnya seperti gula pasir ditetapkan Rp12.500 per kg, daging beku atau daging impor dari India Rp80.000 per kg, dan minyak goreng kemasan Rp11.000 per kg.


(ABD)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA