Serap Gabah Agar Petani Tidak Sengsara

   •    Rabu, 07 Mar 2018 20:31 WIB
harga gabah
<i>Serap Gabah Agar Petani Tidak Sengsara</i>
Gabah, Dok: ANT.

Jakarta: Untuk mengisi cadangan beras pemerintah sekaligus  menjaga harga gabah untuk tidak jatuh menjelang dan saat panen raya, pemerintah melalui Tim Sergab melakukan pembelian langsung gabah petani di lapangan.

"Serap gabah yang kami lakukan ini agar petani tidak sengsara. Kalau petani sengsara dan tidak mau menanam karena rugi, bangsa ini mau makan apa!," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi, epada pers seusai membuka traksaksi pembelian gabah di tiga lokasi di provinsi Nusa Tenggara Barat, dalam keteranganya, Rabu, 7 Maret 2018. 

Ketiga lokasi sergab yang dikunjungi adalah Desa Darmasari, Kec. Sikur dan desa Senyiur, kecamatan Keruak Kab. Lombok Timur, dengan harga gabah kering panen Rp4.300 per kg. Sedangkan di desa Senteluk, kecamatan Batulayar, kabupaten Lombok Barat pembelian dilakukan dengan harga Rp4.300 per kg.

Agung juga mengingatkan kepada para petani, Penyuluh Pertanian, Petugas Dinas dan BPTP agar kalau ada daerah-daerah yang akan melakukan panen, petani dan dinas melapor ke Dandim. Dandim diminta untuk segera  melakukan pembelian gabah dan diteruskan ke Bulog, sehingga tidak jatuh ke tangan tengkulak.

Penyerapan gabah menurut Agung, sangat penting untuk memperkuat cadangan beras pemerintah yang disimpan di gudang Bulog. Pemerintah  menargetkan, penyerapan beras 2,2 juta ton sampai Juni 2018. Melalui kegiatan Sergab, pemerintah provinsi NTB optimis target yang ditetapkan sebesar 58.873 ton beras sampai akhir Juni 2018 akan tercapai.

"Melalui koordinasi yang baik dengan pihak-pihak terkait, seperti TNI, Bulog, BRI dan gabungan kelompoktani, kami optimistis target akan tercapai," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan NTB Budi Septiani. 

Ketua Gapoktan Sejahtera Mandiri Abdul Muas mengaku sangat berterimakasih karena pemerintah mau membeli gabah. "Kalau pemerintah tidak turun tangan melakukan pembelian, kami akan dirugikan, karena harga beli diatur oleh tengkulak yang mulai berkeliaran," jelas dia. 

Kegiatan sergab ini  juga dihadiri Sekretaris BKP, TNI (Komandan Kodim), Babinsa, Kadivre dan Kasub divre Bulog, BRI, Kepala Dinas Ketahanan Pangan provinsi dan Kabupaten, BPTP dan para petani yang tergabung dalam gabungan kelompok tani.



(SAW)