Langkah BI Dorong UMKM Dinilai Tepat Gerakan Perekonomian

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 30 Nov 2016 09:33 WIB
bank indonesiaumkm
Langkah BI Dorong UMKM Dinilai Tepat Gerakan Perekonomian
Wakil Ketua KEIN Arif Budimanta (MI/RAMDANI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) menyebut langkah Bank Indonesia (BI) untuk lebih mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah hal yang tepat. Langkah itu membuat roda perekonomian akan mampu digerakan sehingga menjadi penopang ekonomi nasional.

Wakil Ketua KEIN Arif Budimanta mengatakan, langkah bank sentral akan menggerakkan sektor riil dan berguna bagi rakyat kecil. Apalagi di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini, UMKM bisa menjadi senjata ampuh mendongrak kelesuan ekonomi yang terjadi.

"Pertama, dalam ketidakpastian suasana perekonomian global saat ini UMKM tetap menjadi backbone perekonomian nasional. Hal ini ditunjukkan oleh maraknya perusahaan start up yang berkembang," kata Arif, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu (30/11/2016).

Baca: Amartha Telah Layani 27 Ribu Pengusaha UMKM

Sektor UMKM, lanjut Arief, mampu menunjang suplai manajemen sistem bagi Industri yang mapan di Indonesia. Selain itu, pembiayaan di sektor ini akan lebih tepat jika mengarah pada sektor produksi pangan.

"Ini yang penting sebetulnya, karena selama ini seperti yang kita lihat, Indonesia masih melakukan impor beras dan gula jika pasokan keduanya kurang di dalam negeri," lanjut dia.

Baca: Porsi Kredit UMKM Dipatok 15% pada 2017

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia Ikhsan Ingratubun menambahkan, sektor UMKM menjadi sektor ekonomi yang paling tahan krisis. Untuk itu dirinya meminta kepada industri perbankan untuk mulai meningkatkan perannya dalam membiayai sektor UMKM.

"Karena memang ini yang bisa menjaga pilar-pilar ekonomi bangsa, dan semua perbankan sekarang memang menitikberatkan ke sektor ini. Karena NPL sangat kecil, di bawah angka empat hingga lima persen. Jadi sektor ini yang bisa mengangkat perekonomian dan pertumbuhan ekonomi Indonesia," kata Ikhsan.

Sebelumnya dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2016, Gubernur BI Agus Martowardojo menjelaskan UMKM memegang peranan penting dalam struktur perekonomian Indonesia di mana sekitar 99,9 persen unit bisnis di Indonesia merupakan UMKM dan menyerap hampir 97 persen tenaga kerja Indonesia.

Baca: Menkeu Kaji Penurunan PPh UMKM

Namun, dukungan pembiayaan yang disalurkan kepada UMKM di Indonesia hanya mencapai 7,2 persen dari PDB, paling rendah dibandingkan negara ASEAN lainnya seperti Malaysia, Thailand, Korea, dan Kamboja.

"Dalam kaitan ini, Bank Indonesia melaksanakan kebijakan pengembangan UMKM melalui dua pendekatan utama, yaitu mendorong peran intermediasi perbankan kepada UMKM dan peningkatan kapasitas ekonomi UMKM," kata Agus.

 


(ABD)