Tahun Depan, OJK Yakin Rasio NPL Membaik

Eko Nordiansyah    •    Selasa, 29 Nov 2016 15:30 WIB
ojk
Tahun Depan, OJK Yakin Rasio NPL Membaik
Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad. (FOTO: MTVN/Eko Nordiansyah)

Metrotvnews.com, Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis jika rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) tahun depan akan membaik. Hal ini dilatarbelakangi oleh penyehatan bank-bank untuk beberapa kredit di sektor tambang yang mendorong kenaikan NPL tahun ini.

Ketua Dewan Komisiomer OJK Muliaman D Hadad mengatakan, NPL sebesar 3,1 persen hingga Oktober tahun ini disebabkan oleh sisa NPL 2015. Oleh karena itu, pada 2016 ini bank-bank lebih berhati-hati menyalurkan kredit khususnya untuk sektor pertambangan.

"Terutama ketika sektor tambang terpukul cukup berat pada waktu itu. Praktis di 2016 ini semua bank sangat hati-hati, oleh karena itu pertumbuhan kredit lebih rendah," kata dia di Djakarta Theater, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (29/11/2016).




Untuk itu, beberapa bank terpaksa memperbesar pencadangan kredit bermasalah yang berakibat tergerusnya pendapatan bank. Meskipun begitu, OJK menganggap langkah ini sebagai upaya menyehatkan kondisi perbankan dari tekanan NPL.

"Kemudian bank juga membentuk cadangan yang besar, sehingga kalau kita lihat tren agak menurun. Tetapi itu istilahnya menyehatkan. Kurus tapi menyehatkan karena kemudian risiko-risiko kredit sudah terkover," jelas dia.

Dirinya berharap jika NPL untuk tahun depan bisa diturunkan ke level di bawah tiga persen. Sementara hingga akhir tahun ini, penurunan NPL menjadi tiga persen saja sudah lebih bagus dan dianggap prestasi.

Rasio NPL perbankan tercatat sebesar 3,10 persen, turun dibanding posisi Agustus 2016 sebesar 3,22 persen. Sedengkan pertumbuhan kredit perbankan per September 2016 yang tercatat sebesar 6,47 persen (yoy), turun dari pertumbuhan kredit pada Agustus 2016 di level 6,83 persen.

 


(AHL)