Avrist Assurance Bidik Premi Rp490 Miliar di 2016

Angga Bratadharma    •    Selasa, 18 Oct 2016 12:41 WIB
asuransi
Avrist Assurance Bidik Premi Rp490 Miliar di 2016
Logo Avrist Assurance (Foto: MTVN/ABD)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Avrist Assurance membidik total perolehan premi sebesar Rp490 miliar sampai akhir 2016 ini, dengan mengimplementasikan berbagai macam strategi. Target tersebut mengalami peningkatan sebanyak 30 persen dibandingkan dengan perolehan premi di sepanjang 2015.

"Ada beberapa faktor (yang membuat Avrist membidik target premi sebesar Rp490 miliar)," ungkap Director of Legal and Corporate Secretary, Compliance, Information Technology, and Management Trainee Development Avrist Assurance Makki Ibrahim, ditemui di Gedung WTC 2, Jakarta, Selasa (18/10/2016).

Adapun beberapa faktor yang dimaksudkan Makki yakni penerapan program amnesti pajak atau pengampunan pajak oleh pemerintah, hingga ada dukungan dari Otoritas Jasa Keuangan terhadap pertumbuhan dan perkembangan industri asuransi jiwa di Tanah Air.

"Sedangkan kontribusi jalur distribusi keagenan terhadap total pendapatan premi sebanyak 30 persen di mana jumlah agen kami mencapai 5.000 agen," kata Makki.
 

Suasana peluncuran Avrist Wealth Enhancer 5 Years (Foto: MTVN/Angga Bratadharma)

Pada sisi lain, lanjut Makki, Avrist Assurance berupaya terus mendorong pertumbuhan produk asuransi mikro di Indonesia. Langkah itu sejalan dengan program yang diusung oleh OJK agar masyarakat Indonesia bisa terlindungi atas risikonya melalui produk asuransi. Hal ini juga seiring dengan program inklusi keuangan.

Dalam hal ini, Avrist mengarahkan produk asuransi mikro terhadap peningkatan penetrasi asuransi di Indonesia sejalan dengan tingkat penetrasi asuransi yang masih perlu ditingkatkan lagi di masa yang akan datang. Masyarakat perlu mengetahui bahwa produk asuransi tidak selalu mahal dan karakteristiknya kompleks.

Baca: Avrist Wealth Enhancer 5 Years Resmi Meluncur

"Produk asuransi mikro kita hadirkan atas konsep yang diusung oleh OJK. Kita mengedepankan penetrasi asuransi ke masyarakat luas bahwa produk asuransi itu murah. Setidaknya dari produk asuransi mikro kami usung seperti itu," pungkas Makki.


(ABD)